Rabu, 19 November 2014

Sobat Bumi, Bukan Sekadar Beasiswa Biasa

Standard
Dilihat dari judul mungkin akan terkesan promosi, tetapi postingan ini bukan untuk itu, melainkan ingin mencurahkan isi hati dan ungkapan rasa syukur. Hehe..

Yap, Alhamdulillah masih di beri rezeki beasiswa oleh Yang Kuasa di semester lima alias tahun ketiga. Sebenarnya, mendapatkan beasiswa adalah salah satu dari impian yang saya tulis sebelum menduduki bangku perkuliahan. Setelah penantian selama tiga tahun, impian itu baru terwujud. Saya jadi teringat sebuah quote yang pernah saya temukan di salah satu media sosial, bunyinya seperti ini.

Tuliskan mimpimu dengan pensil dan berikan penghapusnya kepada Allah. Izinkan Dia menghapus bagian yang salah dan menggantikannya dengan sesuatu yang lebih indah - Ismail Suwardi Wekke

Saya sudah memiliki planning untuk mendapatkan beasiswa sedari awal semester pertama. Beasiswa memang banyak tersedia, hanya saja yang sesuai dengan kriteria saya hanya beberapa saja. Pertama kali apply beasiswa, yaitu PPA. Saya tidak lolos. Kedua kalinya di semester ketiga, saya daftar PPA kembali. Untuk kedua kalinya saya di tolak. Kemudian, pada saat liburan semeseter keempat akalu saya tidak salah ingat, tersedia dua beasiswa yang bisa saya apply. Namun, mengingat prinsip bahwa "Saya akan mengambil rezeki orang lain", kalau saya diterima di kedua beasiswa tersebut seandainya saya mendaftar keduanya dan saya lolos. Jadi, diputuskan untuk memilih salah satunya. Sebagai manusia biasa, saya sangat tergoda untuk apply keduanya. Namun, pada akhirnya saya memantapkan dan memilihi satu, yaitu Tanoto Foundation. Hasilnya? Gagal! Gagal untuk ketiga kalinya. Menyerah? Tidak! Saya tidak mau menyesal seperti apa yang telah di-ilustrasikan oleh gambar berikut.
Ilustrasi Pantang Menyerah pada Suatu Keadaan
Hingga pada liburan semester menjelang semester lima, saya mendapatkan informasi tentang beasiswa sobat bumi dari senior saya yang memang penerima beasiswa tersebut. Alhasil, saya mencoba untuk daftar. Syaratnya hampir sama dengan beasiswa yang lainnya. Hanya saja ada satu syarat yang berbeda, yaitu surat rekomendasi dari tokoh masyarakat atau pegiat lingkungan. Karena beasiswa Sobat Bumi ini concern sekali terhadap isu lingkungan. Zonk! Di rumah, saya hanya numpang tidur dan makan. Tidak ada kegiatan lingkungan dan tidak kenal juga tokoh lingkungan sekitar. Rasanya buntu dengan syarat itu. Di tengah rasa buntu dan duedate yang semakin dekat, secara tidak sengaja saya bertemu dengan senior saya tersebut. Kemudian saya menceritakan kendala yang saya alami. Hingga mencapai suatu kesimpulan kalau saya bisa mendapatkan surat rekomendasi tersebut dari salah seorang perawat yang saya cukup kenal ketika saya melakukan kegiatan sosial, Workcamp LCC.

Sesegera mungkin, saya kontak beliau untuk mengisi form surat rekomendasi. Ya, beliau adalah seorang perawat. Kalau kata senior saya, tidak apa bukan pegiat lingkungan. Berhubung background studi saya keperawatan, jadi masih nyambunglah. Dengan berbekal keyakinan, akhirnya saya coba. Alhamdulillah beliau bersedia mengisi. Tapi, ada satu kendala lagi, yaitu TANDA TANGAN! If you know, beliau adalah seorang perawat di RS Jepara. Bagaimana saya bisa mendapatkan tanda tangan beliau? Akhirnya saya meminta agar beliau tanda tangan di kertas kemudian di foto dan dikirim ke saya. Pada hari terakhir pengumpulan berkas, saya belum mendapatkan tanda tangan beliau. Hingga akhirnya saya nekat untuk mengumpulkan surat rekomendasi tersebut TANPA TANDA TANGAN, meskipun senior saya berkata kalau harus banget ada.

Satu hari melewati duedate pengumpulan berkas, beliau baru mengirimkan tanda tangannya. Alhamdulillah sekali, ternyata ada perpanjangan waktu pengumpulan berkas. Jadi, saya memutuskan untuk mengirimkan kembali. Hingga saya mendapat pengumuman kalau saya lolos tahap pertama. Yeay!! Rasanya senang sekali. Namun, masih ada tahap lain yang harus saya lewati, yaitu focus group discussion dan wawancara. Bismillah!

20 Peserta Terpilih ;')

Pada saat hari dimana focus group discussion, ada insiden yang membuat saya harus 'berjuang lebih keras lagi'. Saya tidak mendapatkan informasi bahwa harus membawa berkas hardcopy empat rangkap. Sedangkan saya hanya membawa satu rangkap saja. Dalam waktu satu jam, saya harus sudah membawa tiga rangkap lainnya. Dengan segera saya berlari ke Pondok Cina. Dua tempat tujuan, yaitu tempat fotocopy dan print foto dengan sisa uang sejumlah Rp 15.000. Begitu banyak lembaran yang harus saya fotocopy, membuat kocek yang saya punya tidak mencukupinya :-( . Beruntungnya lagi, abang fotocopy berbaik hati untuk saya melunaskan sisanya esok hari. Fyuh~
Rasanya luar biasa. Saya semakin optimis dengan keadaan yang saya alami pada saat itu.

Tiba saatnya wawancara. Ini bukan kali pertama saya menghadapi situasi wawancara. Tapi ini adalah kali pertama saya wawancara untuk beasiswa, dihadapan EMPAT INTERVIEWER sekaligus. Keempat orang tersebut adalah dari pihak universitas, pertamina, pertamina foundation, serta penerima sobat bumi sebelumnya. Rasanya campur aduk dan sangat mendebarkan. Menjelang wawancara, saya mencoba untuk menyatu dengan alam *ciah*, minta doa dan dukungan dari pohon dan tanaman sekitar DRPM (lokasi wawancara) *ini saya sungguhan, bukan bercanda*. Karena sesungguhnya kekuatan alam memiliki energi yang luar biasa. Istilah kerennya sih 'Mestakung' atau Semesta Mendukung. hehehe...

Begitu baiknya panitia seleksi beasiswa ini, memberikan snack ringan kepada peserta wawancara. Dengan sangat isengnya saya mencorat-coret kardus snack dengan ucapan "selamat telah diterima menjadi penerima beasiswa". Haha.. Ini bukan hanya sekadar iseng belaka, tetapi bagian dari afirmasi positif loh! Singkat cerita, Alhamdulillah tulisan yang saya tulis di kardus snack itu sungguhan terwujud! :')

Goresan Afirmasi Positif :')

Saya belajar tentang keyakinan, perjuangan, dan dukungan alam semesta. Saya bersyukur bisa diterima menjadi penerima beasiswa ini karena saya dapat berbagi manfaat untuk banyak orang di bidang lingkungan. Jejak perjalanan hidup saya akan menjadi lebih berwarna karena menemukan dan berkecimpung di dunia yang baru. Welcome to the Jungle! Yeay! Tanggal 1 - 5 Desember nanti, saya akan menghadiri Gathering Nasional Sobat Bumi Scholars. It means, saya akan bertemu dengan seluruh penerima beasiswa Sobat Bumi Se-Indonesia, dari Sabang hingga Merauke di Trawas, Surabaya. Nantikan ceritera berikutnya! ;)
Cooming Soon!





2 komentar :

Muslicha mengatakan... Reply Comment

mau tanya ka, pendaftaran sobat bumi tahun 2015 kapan ya dan buka website apa untuk pendaftarannya?

Maufiroh mengatakan... Reply Comment

Halo, Muslicha. Biasanya sih di buka bulan Agustus-September. Kamu bisa check di websitenya, sobatbumi.org atau twitternya @SobatBumiID. Semoga Membantu. :)