Kamis, 04 Desember 2014

Sobi Camp #1 : Saudara Satu Tanah Air

Standard
Selamat dini hari dari Trawas, Mojokerto! ;-)

Postingan blog kali ini edisi spesial live report acara Sobat Bumi Camp yang sebelumnya masih coming soon. :-D

Sobat Bumi Camp 2014 adalah acara gathering nasional seluruh penerima beasiswa Sobat Bumi dari Sabang hingga Merauke. Acara ini dilaksanakan di Ubaya Training Center (UTC), Trawas, Mojokerto dari tanggal 1 Desember hingga 5 Desember nanti. Aku berencana untuk berbagi cerita setiap hari pada pelaksanaan Sobi Camp ini, alias live report melalui blog. Ah ya, sebenarnya agak sedih juga karena port handphone rusak alhasil tidak bisa di charger. Jadi, sudah dua hari ini handphoneku mati karena hal tersebut. Aku sudah tidak tahu lagi kabar dan informasi terbaru. Padahal Aku berencana tethering koneksi internet untuk live report Sobi Camp sejak hari pertama hingga hari terakhir.. :-(  Tapi, Alhamdulillah di cottage ada wifi meskipun netbookku hanya menangkap satu sinyal sehingga Aku bisa live report Sobi Camp. Yeay! :)

Aku berangkat dari Jakarta, tepatnya dari Gedung Pertamina Foundation naik bis bersama teman-teman lainnya. Mereka berasal dari Unuversitas Negeri Jakarta, Institut Pertanian Bogor, Swiss German University, Laskar Pelangi, dan Universitas Nasional. Pun, Aku dan Nartri masih berkutat dengan tugas kami sebelum keberangkatan jam 12 siang. Ya nasib mahasiswi semester lima yang rela meninggalkan rutinitas kuliah untuk bertemu dengan teman-teman satu nusantara di acara Sobi Camp 2014.

Di dalam bis, Aku duduk berdua dengan Nartri. Alhamdulillah tugasku sudah rampung sebelum bisa datang. Tapi, Nartri masih saja berkutat dengan tugasnya. Semangat, kawan! Ah ya! Ada kejadian yang mau Aku ceritakan kepada kalian. Jadi, Seorang bernama Budi sedang melakukan presensi di bis sebelum berangkat. Dia menyebutkan asal universitas dan nama kami satu persatu. Kemudian......

"Laskar Pelangi, dua" teriak Budi

Lalu, Nartri dan Aku bertatatapan penasaran tentang kampus Laskar Pelangi. 

"Emang ada ya kampus Laskar Pelangi?" tanya Nartri padaku
"Emmmm...gatau deh. Mungkin iya. Tuh tadi di absen disebutin Laskar Pelangi." jawabku

Percakapan berlalu tanpa kejelasan yang pasti. Lalu, pada sore hari dan masih di dalam bis. Aku pindah tempat duduk paling depan untuk charger handphone. Lalu, ada seorang laki-laki paling aktif didalam bisa kami yang tidak ku ketahui namanya.

"Mau kacang?", tanya laki-laki itu
"Nggak ah, tadi udah. Masih kenyang."
"Hey, kita belum kenalan.", sambil menjulurkan tangan dengan wajahnya yang kocak abis.
"Iin.", jawabku sambil setengah tertawa akibat tingkahnya selama di dalam bis
"Verrys"
"Oh..."

Kemudian berlalu....Nartri yang kini duduk dibelakangku memulai percakapan tentang kampus Laskar Pelangi lagi.

"In, Laskar Pelangi itu bukan kampus. Tapi mereka berdua itu pemain laskar pelangi, Mahar dan    Kucai.", jelas Nartri.
"Hah? Iya? Masa' sih? Kok gak mirip?"
"Iya, dia verrys yamarno yang jadi Mahar. Terus yang keriting itu Kucai."
"Serius? Kok gak mirip sih?", masih gak percaya
"Ih, mirip tau......."

Jeng..Jeng....Ternyata setelah di lihat-lihat memang agak mirip. Karena dulu Aku lihatnya waktu mereka masih kecil jadinya kurang sadar. Padahal beberapa bulan yang lalu Aku melihat mereka di Perpustakaan Pusat UI saat rapat Sobat Bumi Regional Jakarta. Sudahlah..Wkwkwk..

Bis Pahala Kencana menuju terminal Purabaya ini berisi karakteristik orang yang beraneka ragam. Ada yang aktif sekali hingga pasif sekali. Ada yang dominan sekali hingga hawa keberadaannya tidak terasa. Namun, perjalanan panjang selama di bis sangat ramai dan heboh karena tingkahnya Mahar dan kawan baruku, Santi dari UNJ. Tidak hanya itu, Aku juga berkenalan dengan sesosok yang terlihat cuek dan pendiam, namun aslinya tidak seperti apa yang kau lihat dari luar. Ya, seperti kata pepatah "Don't Judge The Book by Its Cover". Aku dan Nartri menyebutnya sebagai Buyut.

Perjalanan sekitar 16-18 jam mengantarkan kami sampai di Terminal Purabaya. Dari sana, kami harus naik bis satu kali lagi untuk sampai di Trawas. Singkat cerita, kami tiba di lokasi sekitar pukul 10 pagi. Ternyata, tempatnya WOW! Pemandangan indah sekali. Kami harus berjalan kaki dahulu untuk sampai di cottage. Nah, di perjalanan, Aku melihat gunung yang cukup besar. Gunung itu adalah gunung Penanggungan.

Pemandangan Gunung Penanggungan dekat cottage
Sampai di UTC, peserta Sobi Camp registrasi dan mendapatkan seperangkat perlengkapan selama 5 hari kedepan. Ada notes, bolpoin, tas ransel, jaket, kaos, dll.  Aku berada di kamar Cassava 4 bersama teman baruku! Hey, ternyata Aku satu kamar dengan Nezha. Nezha adalah temanku sewaktu mengikuti Jepara Workcamp 2014. Bahkan kami satu kelompok pula. Sepertinya jodoh pertemanan nih >.< Aku bertemu dengan teman-teman baru, yaitu Yolla (ITB), Silvi (UNDIP), Nonik (Universitas Udayana), Dian (Universitas Mulawarman), Yare (Universitas Cendrawasih), Fira,  Yanti, Agnes (Universitas Mataram) dan Santi (UNJ). Menyenangkan sekali! ;)

Seperangkat kegiatan Sobi Camp 2014


Kegiatan pada hari pertama adalah opening ceremony dan dua talkshow inspiratif mengenai pertamina foundation dan kiprah sobat bumi angkatan sebelumnya. Yang membuatku menarik pada hari pertama adalah bertemu dengan kawan satu tanah air dari sabang sampai merauke. Aku bertemu teman baru dari Makassar, Samarinda, Jayapura, Bandung, dan lain-lain. Hey, yang membuatku bahagia lagi adalah bisa bertemu dengan Dea, kawan dunia mayaku sekaligus ketua pengurus BIMIKI angkatan 3 yang sudah mengajakku menyelam dan berjuang bersama untuk BIMIKI 3. ;-)

Verrys, Iin, dan Dea
Sesi talkshow bersama petinggi-petinggi Pertamina juga memberiku banyak pengetahuan dan menambah list buku bacaan yang harus Aku baca, diantaranya The Earth of Balance dan The Smallest Beautiful. Aku percaya, buku bacaan mewakili pemikiran orang yang membaca. Yeay! Semangat untuk beberapa hari kedepan yang akan menjadi pengalaman menarik diperjalanan hidupku.

Cerita Sobi Camp #2


Trawas, Mojokerto
4 Desember 2014