Minggu, 25 Januari 2015

Korea Selatan #4 : Seoul City!

Standard
Konbanwa Minna-san !~~

Sapaan kali ini dengan bahasa Jepang, karena tahun ini Aku ingin sekali pergi ke sana. Doakan saja ya, sedang dalam tahap ikhtiar. :")

Tahu drama korea Boys Before Flower? Tahu dimana lokasi foto dibawah ini? Ya! Namsan Tower! :") Aku mau cerita hari terakhirku di negeri gingseng ini. Mengakhirinya dengan memutuskan untuk mengunjungi Namsan Tower bersama Lili dan Chika. Alright then~


25 Agustus 2014
Hari terakhirku di Korea Selatan. Menuju Namsan Tower adalah perjalanan yang panjang, meletihkan, namun membahagiakan!  Setelah Aku, Lili, dan Chika menyelesaikan conference day di Daejeon, pagi hari kami segera bertolak ke kota Seoul. Pagi itu, di Daejeon hujan cukup deras. Kami kesulitan mencari taksi untuk menuju halte bus yang akan mengantarkan kami ke Seoul. Sekitar satu jam kemudian, dengan bantuan Oppa-Oppa di Yuseong Youth Hostel, taksi datang dan mengantarkan kami ke Yoosung Gumho Express Bus Terminal. Naik bus di Korea gak bisa sembarangan. Kita mesti beli tiket di loket dan menunggu di halte bus. Fufufu~

Kami sampai di terminal bus pukul 9.30 dan membeli tiket bus Daejeon-Seoul seharga 9.700 Won dengan jenis small seat (paling murah). Sedangkan bis masih akan tiba pukul 10.40. So, kami harus menunggu di halte ini. Sambil menunggu, Aku memandangi pemandangan luar terminal, rintik hujan yang membasahi jalan, serta hiruk pikuk orang korea di dalam dan luar terminal. Ya, orang Korea dan HANYA KAMI yang dari Indonesia. "Ini baru berasa di Korea!", sahutku pada Lili. Tak ada lagi orang lain yang menggunakan bahasa selain kami. Beberapa dari mereka melirik kami bertiga yang menggunakan kerudung colorful dengan tas jinjingan yang besar. Haha...

Suatu ketika, ada seorang Ajhumma di depan kami. Kalau bisa Aku taksir, mungkin sekitar usia 50an tahun. Aku, Lili, dan Chika berurut duduk di belakang beliau. Kebetulan, kami sedang sangat bingung akan naik bus yang mana karena kami tidak tahu dan takut ketinggalan. Akhirnya Lili yang sambil memegang buku ajaibnya (buku saku Korea), mencari-cari kalimat pertanyaan dan dengan berani sekali mencolek Ajhumma dan melontarkan pertanyaan yg ada di buku saku. Hahaha.. Aku lupa detail percakapan kami, tetapi Ajhumma itu baik sekali. Beliau bilang "Katci". Kemudian, Lili dengan sigap membuka handphonenya yang ternyata ada kamus bahasa Korea. Wkwkwk..."Katci" berarti bersama-sama. Nah, artinya Ajhumma tersebut juga satu tujuan dengan kami. Yeah! Asik sekali bertemu dengan Ajhumma. Beliau sepertinya sangat ingin sekali berbicara kepada kami. Beliau berbicara dengan bahasa Korea sambil memegang kerudungku, mengusap pipiku dan pipinya, namun kami tidak mengerti. Hahaha.. Sepertinya dia ingin bertanya tentang kerudung kami.. Sayang sekali kami tidak bisa bercakap-cakap.. hanya bisa pakai non-verbal alias sungging bibir dan tunjukkan gigi.. :) Kemudian, Ajhumma masuk mini market dan memberikan kami tiga minuman kotak rasa anggur. Aaaah~ Ghamsahamnida Ajhumma... Gomawo~~ :3

Halte Bus, Ada Ajhumma. Tapi bukan Ajhumma yang di foto. Hehe :D
Singkat cerita, kami sampai di Seoul terminal city dan segera mencari yang namanya T-money. Kalau kata kak Rhesa, T-money ini sangat berguna untuk transportasi di Seoul, khususnya pengguna subway! Akhirnya kami temukan dia di sebuah mini market bernama "With Me", bukan with you. wkwk...T-money ini ibarat kartu Multitripnya KRL Jabodetabek gitu deh. Kami beli kartu seharga 2.500 Won ditambah top up 10.000 Won yang akan cukup bahkan lebih untuk satu hari pakai Subway. Wow! Lalu kemana kita?? Yes, kita bingung cari rute subway. Bingung juga cari orang yang bisa bahasa inggris sebagai sasaran untuk bertanya. Akhirnya kami bertemu dengan sekumpulan pemuda yang tepat dan kami mendapat arah. Bolang banget! 
T-money ku~
Dezing~~~~
Suasana  bawah tanah dengan hiruk pikuk orang Korea dan suara otomatis yang keluar dari setiap tap kartu kartu T-money membuatku berkata, "Ini baru Korea (lagi)!". Berdasarkan alamat hostel yang tertera pada kertas print yang Chika bawa, kami akan kami menuju Itaewon. Namanya hostelnya adalah SP Itaewon Guesthouse. Hanya berbekal informasi dari kak Rhesa dan melihat peta Subway, akhirnya kami tiba di Itaewon (masih di bawah tanah). Kami berjalan menuju panah exit dan........kita menemukan 5 atau 6 jalur exit dengan nama Itaewon di setiap exit. Nahlo~~~ kemudian ngecek alamat detailnya, yaitu 112-11 Itaewon-Dong, Yongsan-Gu, 140-863 Seoul, South Korea. Kami cocokkan dengan nama-nama yang tertera di exit tersebut, tetapi gak ada yang benar-benar tepat. Akhirnya kami gambling untuk pilih exit nomor 4. 

Keluar dari bawah tanah subway, kami melihat jalan raya besar, etalase-etalase, restauran, orang-orang ramai, kendaraan besar, dan kami....masih tak tau arah harus kemana lagi untuk sampai ke Itaewon guesthouse. Akhirnya kami bertanya dengan menunjukkan alamat di kertas. Dan...bukan sampai di Itaewon guesthouse, tapi malah sampai di G-guesthhouse, tempat menginap kak Rhesa sebelumnya. Dengan sangat baik hati, pemilik G-guesthouse menunjukkan arah kepada kami dari GPSnya. waktu sudah menunjukkan jam 2 siang, akhirnya kami mencari masjid. Katanya didekat G-guesthouse ada masjid. Huwaaaa~~

Kami berjalan mengikuti arah GPS dan melihat ujung kubah masjid. Semakin jalan mendekat, kubah itu menghilang dan kami tak tahu lagi bagaimana sampai ke masjid. :( Modal bertanya, malah ditunjukkan ke dalam satu gedung bertingkat tiga yang terlihat seperti ruko. Kami masuk, tidak ada orang, hanya sandal-sandal di rak dan melihat sajadah terbentang. Sepertinya tempat berkumpul orang-orang muslim, dan tertera "Islamic Culture Center" di pintu paling depan. Nggak jadi lihat masjid di Seoul. :( 

Selepas sholat dzuhur di sana, kami keluar dan disapa oleh tiga pemudi Korea. Mereka meminta waktu untuk interview about Islam. Sepertinya mereka menduga hal itu karena kami bertiga berkerudung. Sebenarnya kami antara ingin dan tidak karena mengingat waktu sudah hampir sore. Soalnya kami belum sampai ke guesthouse dan rencana awal kami setelah sampai di guesthouse adalah pergi ke Myeondong dan Namsan Tower. Akhirnya kami memutuskan untuk berbincang-bincang dengan mereka sekitar 10 menit. Di dunkin donut, mereka bertanya kenapa kami ke Korea, Background kami, kebebasan kami dalam Islam, penggunaan jilbab, dan poligami. Mereka excited sekali karena baru lihat muslim menggunakan jilbab warna-warni seperti kami. They said "you are so colourfull, different with others". Wkwkwk..

Teman aksidental :))
Akhirnya, sampai di SP Itaewon Guesthouse pukul 16.00. Kamarnya nyaman sekali, sangat menggoda untuk tidur dan memberikan ruang untuk badan di kasur. Kami bergegas ke subway menuju Myeondong dan Namsan Tower, bersiap untuk ngebolang lagi. Yeay! Berbekal map dari Itewon Guesthouse, kami berdiskusi di ruang tunggu subway untuk menentukan stasiun akan kami singgahi. Tak lama kemudian, datanglah seorang wanita muda bersama seorang teman laki-lakinya. Wanita muda itu menyapa kami dan berbahasa Indonesia, bernama kak Chusna dan temannya adalah orang Thailand. Akhirnya kami bilang ingin ke Namsan Tower dan mereka bersedia mengantar kami ke sana. Yeay! :)

Dari gate Itaewon, kami naik subway di line 6 ke tujuan stasiun Samgakji, lalu kami transit ke line 4, stasiun Myeondong. Mereka hanya bisa mengantar kami sampai gang dimana kami masih harus berjalan kaki untuk sampai ke Namsan Tower. Thanks a lot kak Chusna dan temannya! :)

Gang dmana kami berpisah dengan kak Chusna. Di ujung jauh sanalah tempat Namsan Tower berada.
Menurut penjelasan kak Chusna, kami bisa menempuh dengan tiga cara untuk sampai ke Namsan Tower, yaitu jalan kaki, naik mobile car, dan bus. Mengingat dompet semakin tipis, akhirnya kami memutuskan untuk jalan kaki, sembari menikmati udara yang sejuk-sejuk dingin dan alam sekitar. Kami tak tahu seberapa jauh harus kami tempuh. Tapi kami terus berjalan, hingga akhirnya melihat puncak Namsan Tower. Uhyeah! :))

Itu Puncak Namsan Tower! Cheese dulu biar semangat! :)
Daki....daki...daki..! Gerak..gerak...!
Udah kayak Nenek-Nenek saking jauhnya!
See? Masih harus jalan kaki sejauh 1,4 km panjangnya! -__-


Semangat!! Bahagianya udah semakin dekat, padahal masih beberapa KILOMETER tanjakan lagi -_-

Pemandangan kota Seoul dari atas, dan belum sampai ke Tower -_-"
Well, ternyata jalan kaki dari bawah menuju Namsan Tower itu suangat jauh sekali. Harus nanjak dan menaiki ratusan anak tangga untuk sampai di puncak! Suasana di sepanjang jalan sangat sejuk, dikelilingi pohon rindang nan hijau. Seperti berada di area pegunungan. Setelah menempuh berkilo-kilo meter, akhirnya kami tiba! :)


Yeay!
Ini yang katanya gembok cinta! Tapi Aku masih single.. #eh :3
Suasana malam hari di Namsan Tower!
Yes! We do it! We Arrived! Anything is Possible! Together we can! :)
 Ah, bahagia rasanya bisa sampai di Namsan Tower. Padahal dulu ketika nonton drama korea cuma bergumam dalam hati ingin kesana. Allah SWT Maha Mengetahui! :) Malam tiba dan akhirnya Aku harus pergi, meninggalkan Seoul, sendirian, ke Incheon Int'l Airport pukul 23.00 naik subway tanpa Chika ataupun Lili. Hanya ditemani tas berwarna peach muda di punggung dan menggenggam T-money. Sampailah Aku dengan selamat meskipun sempat nyasar sedikit, hehe! How another awesome experience!
Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. Ar-Rahman) :)

Sampai jumpa di Jejak Perjalanan berikutnya! ;)