Selasa, 27 Januari 2015

LKMM Nasional: Rasa Gado-Gado

Standard
Om Swastyastu...!

Yap! Kini Aku sedang berada di Bali (lagi), sejak dua tahun yang lalu pertama kali Aku ke Bali untuk menghadiri Konferensi Budaya Nasional di Udayana dan Ubud. Alhamdulillah Aku diberi kesempatan lagi untuk ke Bali dalam rangka menghadiri Latihan Kepemimpinan dan Manajerial Mahasiswa Ilmu Keperawatan yang diadakah oleh Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia (ILMIKI) se-Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Miangas hingga Pulau Rote. :)

Kenapa judul postingannya rasa gado-gado? Karena ini kali pertama Aku menghadiri event keperawatan se-Indonesia dan Aku tak bisa mengungkapkan satu jenis rasa ketika bertemu dengan  mereka, teman-teman sejawat (mahasiswa keperawatan) se-Indonesia. Sesungguhnya, alasan utama mengikuti kegiatan ini karena ingin direct meeting dengan teman-teman Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia (BIMIKI). Ya, Aku telah bergabung ke dalam BIMIKI sebagai staff redaksi yang mengurus artikel-artikel penelitian keperawatan untuk diterbitkan. Ya, penelitian, itu passionku. Haha :) Alasan lainnya lagi adalah karena Aku ingin menemukan sensasi seperti apa yang dapat Aku rasa ketika duduk bersama, berdiskusi, dan berbincang dengan teman sesama ilmu keperawatan se-Indonesia. Selain itu, Aku juga membawa satu misi untuk project yang sedang Aku kerjakan bersama dosen dan temanku tentang kasus Needlestick Injury. Yeah, survei kasus itu menambah ruh semangatku untuk hadir ke dalam acara ini. :)

Aku berangkat dari Jakarta bersama temanku, Abel. Hal yang menarik bagiku pada hari ini adalah teman-teman satu kamarku, teman-teman sebelahku, opening ceremony, dan pemateri dari Prof. Irawan Yusuf. :)

Teman satu kamarku ada tiga orang. Mereka adalah Putri (Universitas Jember), Ain (Universitas jember), dan Puput (STIKES Surya Global Jogja). apa yang menarik bagiku? Mereka masih muda *eh bukan*. Mereka sangat ekstrovert dan ekspresif, terlebih lagi Putri. Haha.. Mereka seperti adikku saja. Gimana bukan adik? Mereka masih semester satu guys, kecuali Puput, semester tiga. *sok tua, emang tua -_-* :D
Apalagi yang menarik? Mereka semua memiliki mimik yang sangat ceria. Aku suka! Haha :)) Dan, Ain ternyata orang Madura tetapi dia di Bangkalan, kampungku di Pamekasan. Then, Bapaknya Putri orang Pamekasan. Oh my..Apa maksudMu membuat kami satu kamar ya Tuhan? Apakah engkau memberiku isyarat untuk Aku belajar akif bahasa Madura? Selama ini Aku cenderung pasif bahasa Madura, hanya bisa memahami apa yang di bicarakan tetapi tidak bisa lancar membalasnya. Heuheu :3

Hal menarik kedua, opening ceremony. Aku belajar tentang kearifan lokal disini. Setiap memulai acara, Aku dibuat merasa bahwa "Oh, Ini di Bali". Hal ini Aku rasakan karena kostum panitia, ornamen khas Bali, serta salam "Om Swastyastu" yang tak pernah luput pada permulaan acara. Selain itu, Aku duduk di apit oleh mahasiswa semester satu dari Universitas Jember (Faizah) dan Universitas Muhamadyah Malang (Agus) ketika opening ceremony di dalam Aula. Aku pun berkenalan dengan dua orang lainnya disebelah Agus, yaitu Jajar dan Atiq namun mereka cenderung diam saja. Setelah berkenalan dan berbincang-bincang, tetiba Aku mendengar percakapan antara Agus dengan salah satu dari dua orang yang diam tadi menggunakan bahasa yang Aku kenal. Ya, bahasa Madura. Sontak Aku bertanya pada Agus, ternyata dia berasal dari Pamekasan. Hey! LKMM ini rasa Madura-Bali bagiku, wkwk.. Seketika Aku mengaku kalau Aku juga dari Pamekasan, dan tiba-tiba Atiq langsung memberikan tangannya untuk berjabat tangan padaku, Padahal sebelumnya dia terlihat acuh tak acuh. Peristiwa ini tetiba membuat Aku menyimpulkan bahwa budaya dapat membuat orang menjadi saudara dengan cepat sekali. Entahlah, Akupun tak mengerti akan kekuatan budaya yang seperti itu. Menarik memang, Indonesia.

Hal menarik terakhir, yaitu pemateri bernama Prof. Irawan Yusuf. Beliau memberikan pengetahuan kepada kami tentang "Strategi Membangun Komunikasi Efektif Antar Organisasi Mahasiswa Nasional". Ya, beliau menyampaiakn bahwa komunikasi efektif itu sangatlah penting baik bagi organisasi mahasiswa maupun dalam pelayanan kesehatan. Hal yang Aku garis bawahi dalam penyampaian materi beliau adalah komunikasi efektif itu dapat terwujud ketika kita memahami karakteristiknya sebagai lawan bicara atau teman berkomunikasi. I think he was right. Kalau kita berbicara dengan bayi, pasi kita akan mengikuti cara bayi. Kalau kita hendak berkomunikas dengan remaja atau orang tua, pasti kita akan menyesuaikan dengan mereka. Pun sama halnya dengan teman kita ketika mereka curhat. 

Iseng punya iseng, Aku browsing tentang profil beliau. Haha...Dan wow! Beliau punya rekam jejak yang luar biasa di bidang penelitian. Kontribusinya pada penelitian kesehatan di Indonesia sangat luar biasa. Beliau berkiprah di Komite Etik Nasional Penelitian Kesehatan Indonesia. Seketika Aku ingin sekali bertanya padanya supaya beliau setidaknya peernah berkomunikasi denganku. Haha..But I couldnt reach it karena gak ada sesi tanya jawab. Huhuhu...

Begitulah hari pertama yang telah kulalui di Bali. Di sini Aku harus menyelesaikan beberapa tugas kedepan. Tugas pertamaku telah selesai, yaitu membuat sebuah tulisan tentang konsep/ide tentang beberapa topik pilihan, yaitu Konflik dan Survei Isu; Fundraising; Media sosial, Internet, dan Teknologi; dan Buletin. Alhamdulillah tugasku sudah rampung. Aku berusaha menyelesaikannya dengan sebaik-baiknya. Jika kamu mengenalku, maka kamu akan tahu topik apa yang telah Aku pilih. haha...

Sampai jumpa! Aku harus bangun pukul 04.30 WITA untuk memulai aktivitas kembali. Namun semangatku masih ada hingga Aku tidak merasa ngantuk tapi harus istirahat juga. Sampai jumpa di tulisan berikutnya! Foto menyusul ya! Hihi... :))

27 Januari 2015
02.44 WITA dari Bali, Indonesia
Lokasi: Bali, Indonesia