Minggu, 18 Oktober 2015

KKN Kebangsaan 2015: Bung Karno Bertitah....

Standard
"Beri Aku 1000 orang tua, maka akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri Aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia"- Bung Karno


Masih dengan isu kebakaran hutan dan lahan serta bagian dari cerita perjalanan Kuliah Kerja Nyata di Riau pada Agustus lalu. Ceritanya, penulis masih menyimpan rasa rindu *tsah*. Hehe..

Masalah kebakaran hutan dan lahan serta bencana kabut asap masih menjadi isu nasional yang hangat diperbincangkan di media massa. Pada kegiatan KKN Kebangsaan bulan Agustus lalu, salah satu program yang dilakukan adalah edukasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan pada pendidikan dasar dan menengah.

Program edukasi yang disasarkan pada pendidikan dasar dan menengah bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan khususnya kasus kebakaran hutan dan lahan pada generasi muda melalui pendidikan. Ya, generasi muda memang menjadi sasaran strategis jika dikorelasikan dengan titah Bung Karno. Dengan catatan bahwa generasi muda yang mampu membawa perubahan ke arah positif.

Hal yang telah dilakukan oleh kelompokku di desa Tanjung Damai adalah edukasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan melalui kegiatan dongeng, menonton video, dan kegiatan outbond. Melalui kegiatan dongeng, diharapkan anak-anak dapat memahami penyebab dan dampak dari kebakaran hutan dan lahan melalui cerita fabel. Sedangkan melalui video, anak-anak diperkenalkan apa itu lahan gambut serta langkah pencegahan. Anak-anak khusyuk menyimak dan memahami kegiatan yang dilakukan. :)


Suasana Menonton Video dan Dongeng
Kiri: Si Ular, salah satu tokoh dongeng. Kanan: Pertanyaan terkait isi video dan dongeng

Selain itu, kami juga melakukan kegiatan outdoor, yaitu penanaman pohon di depan halaman sekolah dan pelaksanaan outbond. Penanaman pohon merupakan bagian dari program revegetasi (baca tulisan sebelumnya) dan outbond bertujuan untuk menumbuhkan karakter kerja sama, saling tolong menolong, cinta alam melalui kegiatan bermain. Ada 6 jenis permainan yang kami lakukan, diantaranya adalah memindahkan air secara kelompok, estafet air, memindahkan masker, estafet gambar, teka-teki bom, titanic dan ular mencari teman. Anak-anak terlihat sangat gembira karena jarang sekali melakukan permainan semacam ini.
Outbond Memindahkan Air, Bekal Bintal K2N UI 2015 :p
Sebenarnya, target pencapaian program edukasi pada pendidikan dasar dan menengah adalah menyentuh kegiatan ekstrakurikuler dan kurikulum muatan lokal. Harapannya, melalui kedua aspek tersebut, edukasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan dapat sustainable alias bekelanjutan. Sayangnya, kegiatan esktrakurikuler di SDN 20 Tanjung Damai belum cukup optimal serta kami belum sampai assessment ke arah sana. 

Pada proses ini, Aku belajar bagaimana kami satu tim merancang program kerja bersama dan menyatukan pendapat. Memang sebaiknya merencanakan program kepada masyarakat harus sesuai dengan kebutuhan mereka, bukan hanya untuk menjalankan program tertentu yang ditargetkan. Sebenarnya, banyak sekali permasalahan yang perlu diatasi terkait pendidikan. Sebenarnya (lagi) Aku tidak ingin sekali-kali mengucapkan kata "keterbatasan", tapi apadaya. Keterbatasan waktu yang dimiliki memang alasan paling normatif untuk tidak dapat melakukan berbagai kegiatan solutif dalam waktu satu bulan. Rasanya ingin lebih dari itu. Akan tetapi, semoga saja diberi kesempatan kembali untuk meningkatkan pendidikan di sana. Tuhan yang Maha Tahu dan Merencanakan. :)


Kebahagiaan Anak-Anak SDN 20 Tanjung Damai :)

Credit photo: Dokumentasi Mila Karmila