Selasa, 15 Desember 2015

KKN Kebangsaan 2015 : Masyarakat Peduli Api

Standard
Hujan, sumber air
Hujan, sumber keberkahan
Hujan, pembawa kesejukan di muka bumi
Hujan, paling favorit dan dinanti oleh Masyarakat Peduli Api

Alhamdulillah, musim hujan sudah datang. Jakarta harus waspada akan banjir, namun Sumatera dan Kalimantan menantikannya. Bagi anggota Masyarakat Peduli Api (MPA), hujan adalah musim yang paling favorit bagi mereka.

Masih dengan cerita tentang KKN Kebangsaan di desa Tanjung Damai. Program terakhir yang saya dan teman kelompok lakukan di desa Tanjung Damai adalah optimalisasi masyarakat peduli api (MPA). Masyarakat Peduli Api (MPA) adalah masyarakat yang secara sukarela peduli terhadap pengendalian kebakaran hutan dan lahan yang telah dilatih/diberi pembekalan serta dapat diberdayakan untuk membantu kegiatan pengendalian kebakaran hutan. Anggota MPA merupakan bagian dari masyarakat yang rela untuk mengabdikan dirinya untuk masyarakat dalam pemadaman kebakaran lahan. Menurut peraturan menteri, tugas MPA adalah:
1.      Menjadi mitra dalam upaya pencegahan (penyuluhan di lingkungan tempat tinggal, keluarga dan kerabat)
2.      Melakukan patrol swadaya di lingkungan tempat tinggal
3.      Membantu Manggala Agni dalam pemadaman kebakaran
4.      Melaporkan kejadian kebakaran hutan dan lahan melalui ketua regu, RT, RW, pemerintah daerah dan BKSDA/Mandala Agni

Kami, peserta KKN Kebangsaan di desa Tanjung Damai melakukan diskusi/ bincang-bincang bersama anggota MPA. Berdasarkan hasil diskusi, diketahui bahwa MPA desa Tanjung Damai telah dibentuk sejak akhir tahun 2012 yang di-inisiasi oleh kecamatan Siak Kecil. Pada tahun 2013, terbentuklah 10 anggota MPA desa Tanjung Damai. Terbentuknya Masyarakat Peduli Api (MPA) di desa Tanjung Damai sangat membantu masyarakat dan pemerintah dalam penanggulangan kebakaran. Selama dua tahun terbentuk, MPA telah banyak membantu memadamkan kebakaran lahan di desa Tanjung Damai, khususnya ketika terjadi kemarau panjang.

Permukaan memang kadang selalu menipu. Pada kenyataannya, tidak semudah mengetik bahwa "MPA sangat membantu masyarakat". Banyak perjuangan, suka, dan dukanya bagi para anggota MPA. Bagi mereka sendiri, mungkin dukanya lebih banyak daripada sukanya, kecuali ketika musim hujan datang.

Perekrutan anggota MPA desa Tanjung Damai melalui pendekatan sesama teman, alias closed recruitment namun keanggotaan MPA mengalami pasang surut. Pertama kali dibentuk, terdiri atas 10 personil termasuk ketua. Padahal, jika sesuai protokol, anggota MPA minimal 15 orang. Secara bertahap beberapa anggota MPA mengundurkan diri, termasuk ketua pertama. Hal yang membuat anggota tersebut mundur adalah karena tidak sanggup menanggung risiko sebagai anggota MPA. Hingga saat ini, masih tetap dipertahankan dengan jumlah 10 orang.

Bincang-bincang santai bersama MPA
MPA desa Tanjung Damai cukup aktif dalam melakukan kegiatan. Mereka telah banyak membantu memadamkan lahan yang terbakar di area lahan gambut desa Tanjung Damai. Selain itu, mereka juga melakukan patroli rutin seminggu sekali dan turut aktif dalam menghadiri pelatihan-pelatihan. Terhitung sudah tiga kali beberapa anggota MPA yang mengikuti pelatihan bersama Manggala Agni, kelompok pemadam di bawah naungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Saya sangat mengapresiasi kepada semua anggota Masyarakat Peduli Api di Riau. Mereka begitu berani dan memiliki jiwa yang begitu besar dalam hal pengorbanan. Meski balasan dunia tak sebanding apa yang telah mereka lakukan, Tuhan akan membalasnya dengan hal yang setimpal. Aamiin...


Pelatihan Anggota MPA
Performance MPA pada Acara Perpisahan KKN Kebangsaan di Tanjung Damai