Jumat, 21 Juli 2017

Yakin, Masih Bilang Nanti?

Standard
Bismillahirrahmanirrahiim (Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)



"In, bisa bantu buat xxxxxxxx ?"
"InsyaAllah bisa, Bu. Kapan dikirimnya, Bu?"
"Jum'at pukul 15. Tk" 


Seraya menerima permintaan tersebut, langsung saja saya menyusun rencana kerja agar sesuai tepat waktu, kalau bisa malah lebih awal dari tenggat waktu serta memasang mindset untuk berusaha mengerjakannya dengan optimal agar tidak mengecewakan. 

--------------------------------------------------------------------------------------------------
Time flies

Sembari menatap layar laptop, randomly I stopped my work. Kemudian dalam hati bilang, "Eh, kok gw sampai segitu takutnya untuk kirim telat dan mengecewakan manusia? Kalau adzan untuk shalat, gimana? Pernahkah takut kalau Allah kecewa?", konflik batin. *sering banget begini :'D Hey kamu (jodoh) yang entah sekarang ada di mana! Siap-siap nanti jadi tempat curtinku (re: curhat batin) ya! #eh :p*

Shalat. I don't know why pikiran tertuju pada ibadah yang satu itu. Seringnya, ambil wudhu kalau sudah dengar adzan. Atau sesekali shalatnya lewat dari adzan. Atau kalau lagi khilaf banget malah nggak dengar adzan dan shalatnya telat pake banget. Padahal, adzan itu panggilan Allah kepada hambaNya. KataNya, "Hayya 'alash sholah (Mari menunaikan sholat)". Saat panggilan itu datang, di mana kita? di mana saya? di mana kamu?

Berdasarkan perasaan pribadi, paling nggak mau dan sedih kalau buat orang lain kecewa. Sekali lagi, nggak mau buat manusia kecewa. Tapi jarang mikirin gimana caranya biar Allah nggak kecewa. Jarang mikirin perasaan Allah. Astaghfirullah. Nabi Muhammad SAW bilang,

“Amalan yang paling dicintai oleh Allah Swt adalah Shalat pada waktunya, Berbakti kepada kedua orang tua, dan Jihad di jalan Allah Swt.” (HR Bukhari & Muslim).

Hmmmm.....

Pernah juga dengar ceramah ustadz Yusuf Mansur tentang hubungannya kehidupan kita dengan shalat yang kita kerjakan. Beliau bilang kalau suka menunda-nunda shalat, maka wajar bila dalam urusan dunia selalu terlambat. Misalnya, jodohnya lama datang, dapat pekerjaannya lama, dan sebagainya. Padahal, jika shalat dikerjakan tepat waktu atau bahkan lebih awal, urusan dunia juga lebih cepat. Misalnya, belum lulus kuliah sudah punya tawaran kerja dan lain sebagainya. Saya pun meyakini hal itu. Ketika ingin memperbaiki hidup, maka perbaikilah shalatmu. Memperbaiki shalat baik dalam hal ketepatan waktu, pemenuhan rukun dan syarat sahnya shalat, dan sebagainya.

In the end, semoga perenungan dari konflik batin yang diinterpretasikan berupa tulisan ini bisa bermanfaat. Semoga Allah mengampuni saya dalam setiap kata yang tertulis dan meluruskan niat saya. Semangat terus untuk memperbaiki diri, menuju ridhoNya agar termasuk menjadi penghuni jannahNya. Aamiin....

Wassalam.

Cileungsi,
21 Juli 2017

Nb: Jangan lupa, hari ini tayang Kick Andy tentang tulisan yang sudah saya buat klik di sini :p