Minggu, 01 Maret 2020

Penghujung Februari

Standard


Sunyi, itulah aku
Malam, itulah aku
Senyap, juga itulah aku
Hening, itu juga aku

Katanya, menulis adalah obat
Menulis juga mengekspresikan emosi
Setiap kata dalam tulisan adalah penawar
Malam, hening, dan sunyi adalah sahabatnya
Maka, menulis juga adalah aku

Lantas, siapakah aku?
Akupun bertanya, siapa aku?
Untuk apa eksistensiku?
Untuk apa jiwaku?
Pertanyaan yang sebetulnya bisa kujawab
Aku adalah abdi Tuhanku
Aku ada untuk mengabdi padaNya

Tak ada yang khusus pada penghujung Februari
Hanya sebagai pengingat bahwa kesempatan hidupku telah berkurang
Selebrasi dan kata-kata sudah tak lagi bermakna
Tak ada pula yang ditunggu seperti saat remaja
Hanya aku, jiwaku, dan Tuhanku
Sampai jumpa, penghujung Februari~


Kamis, 30 Januari 2020

Hikayat Shalihin

Standard

HIKAYAT SHALIHIN


Judul buku : Hikayat Shalihin
Pengarang : Muhsin Basyaiban & Zaky Amrullah
Penerbit : Penerbit Layar
Tahun terbit : Desember 2018
Tebal buku : 196 halaman
Harga buku : Rp 59.000


"Jika kamu mencintai orang-orang shaleh, maka ketahuilah bahwa di dalam dirimu ada kebaikan, dan jika orang-orang shaleh mencintaimu maka ketahuilah bahwa di dalam dirimu ada sirr." (Kalam Shalihin)

Resensi ketigaku terhadap buku terbitan Penerbit Layar. Buku ini berisi 40 kisah orang-orang shaleh yang jarang terjadi. Alhamdulillah, setelah sekian lama mencari buku yang menyajikan kisah teladan para salafusshaleh...dijodohkan dengan buku ini. Semua kisah yang disajikan penulis memberikan ibrah/pelajaran berharga kepada para pembaca. Berikut 40 judul kisah yang disajikan penulis:

Kisah 1. Suatu yang membedakan di hadapan Allah adalah ketakwaannya
Kisah 2. Anjuran untuk meminta doa kepada sang waliyullah
Kisah 3. Keberkahan orang shaleh
Kisah 4. Waspadalah Murka Allah sebab maksiat yang kita lakukan
Kisah 5. Pentingnya untuk selalu berupaya khusyu' dalam shalat
Kisah 6. Bahaya dosa perzinaan
Kisah 7. Mengingat kematian
Kisah 8. Pentingnya menjaga niat
Kisah 9.  Wanita shalehah yang berbicara hanya dengan Al-Qur'an
Kisah 10. Pentingnya shalat berjama'ah dan menghidupkan sunnah-sunnah Nabi
Kisah 11. Tentang shalat malam
Kisah 12. Penulisan kitab "Aqidatul Awwam"
Kisah 13. Penyebab terhalangnya rahmat dan anugerah Allah
Kisah 14. Ajakan mencintai Ahlul Bait tanpa terkecuali
Kisah 15. Pentingnya Akhlak Iffah
Kisah 16. Sebab bersihnya hati ucapan menghujam ke setiap pendengarnya
Kisah 17. Pentingnya musyawarah  ketika menghadapi persoalan
Kisah 18. Tentang suami-istri
Kisah 19. Bersikaplah Qana'ah dalam menjalani hidup
Kisah 20. Contoh Akhlak Salafush Shaleh
Kisah 21. Akibat tidak punya rasa hormat kepada para wali Allah
Kisah 22. Beradablah kepada guru meski sedikit atau banyaknya ilmu yang diajarkannya
Kisah 23. Pentingnya sikap wara'
Kisah 24. Pentingnya beradab kepada guru
Kisah 25. Memuliakan anak yatim
Kisah 26. Doa yang mustajab
Kisah 27. Tentang firasat mukmin
Kisah 28. Dosa seorang yang suka mengadu domba
Kisah 29. Ajakan mencintai kaum shalihin
Kisah 30. Pentingnya punya rasa malu kepada Allah
Kisah 31. Perhatian Allah kepada para kekasihnya (Auliya' illah)
Kisah 32. Wasiat berharga dari sang khalifah
Kisah 33. Jangan pernah menganggap rendah seseorang
Kisah 34. Pentingnya memberikan pendidikan agama sejak dini
Kisah 35. Baik-buruknya perangai anak tergantung pula kepada orang tuanya
Kisah 36. Larangan mengungkit kebaikan
Kisah 37. Gunakanlah kenikmatan pemberian Allah dengan bijak
Kisah 38. Jadilah hakim yang Adil
Kisah 39. Bergaulah dengan kaum shalihin
Kisah 40. Perhatikanlah penyakit hati yang ada pada diri kita

Aku mengutip beberapa kalam shalihin dari beberapa kisah di atas, yaitu 

"Obat hati ada lima: membaca Al-Qur'an dengan merenungkan isinya, mengosongkan perut, bangun malam, bermunajat di waktu sahur, dan berkumpul dengan kaum shalihin. "(Kisah 27).

"Wahai Amirul Mukminin! Apakah seorang anak mempunyai hak dari ayahnya? Sayyidina Umar menjawab, "Iya, haknya adalah memilih calon ibu, artinya tidak menikah dengan perempuan hina, agar anak tidak mendapat dampak buruk, kemudian memberikan anak dengan nama yang baik dan mengajarinya belajar Al-Qur'an." (Kisah 35)

"Penyakit jasad akan sembuh di saat mati menjemputnya, tetapi penyakit hati akan semakin terasa menyiksa saat di alam kubur nanti." (Kisah 40)

dan masih banyak lagi kalam-kalam yang menggugah hati untuk merenungi diri agar menjadi lebih baik dan meneladani kaum shalihin dalam setiap kisahnya.

Hal yang disukai dalam buku ini adalah penulis menyajikan fadilah dan hikmah pada setiap kisah, sehingga membuat pembaca menangkap pesan-pesan inti dari setiap kisah. Hal ini berkaitan dengan salah satu kekurangan buku ini, yaitu ada beberapa kisah yang alur ceritanya sulit dicerna untuk mendapat pesan/hikmah yang terkandung di dalam kisah tersebut. Dengan sangat baiknya penulis juga memberikan kesimpulan poin-poin tentang akhlak kaum shalihin yang dapat diteladani pada akhir bagian buku.

Personal Rate : 8/10

Available on podcast : #13 Hikayat Shalihin

Kamis, 23 Januari 2020

Suluk

Standard
RESENSI BUKU
SULUK




Judul buku : Suluk : Pedoman Memperoleh Kebahagiaan Dunia-Akhirat
Pengarang : Muhammad Ali Ba'athiyah
Penerbit : Penerbit Layar
Tahun terbit : Maret 2018, Cetakan ketiga
Tebal buku : 272 halaman
Harga buku : Rp 75.000



Suluk adalah jalan yang ditempuh oleh seorang mukmin yang dilaluinya, baik pada waktu malam, siang, dan pada seluruh waktu dan jam. Penulis menamai buku ini sebagai Pedoman dasar tentang perkara wajib yang harus dilakukan oleh setiap generasi islam. Buku ini  berisi pedoman-pedoman/adab sopan santun dalam menjalani kehidupan kita sehari-sehari sesuai Al-Qur'an dan As-sunnah. Penulis menyajikan beragam suluk/kumpulan adab yang dapat dijadikan dasar perilaku bagi setiap mukmin, yaitu suluk dalam masalah keimanan, suluk dalam anggota tubuh dan hati, suluk dalam tiang agama (shalat), dan suluk dalam keseharian.

Suluk dalam masalah keimanan meliputi suluk seorang mukmin kepada Allah, Nabi, kitab Allah, para sahabat Nabi, para ulama, para guru, para kerabat yang meliputi kedua orang tua, saudara dan sanak famili, kepada saudara sesama muslim, dan kepada non muslim. Penulis memaparkan bagaimana seharusnya seorang mukmin berperilaku terhadap semua aspek tersebut. Tidak heran mengapa buku ini disebut sebagai pedoman adab sopan santun. Misalnya saja, suluk kepada Allah berarti melakukan semua ketaatan kepada Allah disertai perasaan selalu diawasi oleh Allah, menjauhi berbuat maksiat disertai perasaan takut kepada Allah, selalu berpikir tentang kekuasaan Allah sampai kita tidak melupakan Allah sedikitpun. Contoh lainnya pada bagian suluk kepada kitab Allah, penulis menyebutkan bahwa setiap remaja wajib mengagungkan kitabullah dengan tidak meletakkannya di belakang punggung, di atas tanah sejajar dengan kaki tetapi hendaknya meletakkan al-Qur'an di tempat yang terangkat (tinggi) dan hendaklah tidak menjulurkan kaki ke arah al-Qur'an, semata-mata untuk memuliakan kitabullah. 

Bagian kedua dari buku ini membahas tentang suluk dalam anggota tubuh dan hati. Penulis membahas suluk terhadap mata, telinga, lisan, perut, kemaluan, kedua tangan dan kedua kaki. Pada bagian ini, penulis memaparkan bagaimana seharusnya anggota tubuh kita berfungsi sesuai Al-Qur'an dan As-sunnah. Bahwasanya semua anggota tubuh kita adalah salah satu dari nikmat yang besar dari beberapa nikmat yang telah dianugerahkan Allah agar dapat digunakan sebaik-baiknya untuk mendekatkan diri dan meningkatkan ketaatan kepada Allah. Tidak hanya itu, bagian ini juga memberikan kita ilmu tentang beberapa penyakit hati seperti sombong, riya', dengki, dan berburuk sangka.

Bagian ketiga adalah suluk dalam tiang agama. Penulis memaparkan tentang pentingnya kehusyu'an dan bagaimana cara membuat hati kita hadir sepenuhnya dalam setiap shalat yang dilakukan. Penulis juga menambahkan adab dan fiqih shalat meskipun tidak terlalu detil sebagaimana fiqih shalat yang ada dalam kitab-kitab fiqih namun cukup untuk memberikan pemahaman kepada para pembaca.

Bagian keempat adalah suluk dalam keseharian. Suluk bagian ini meliputi adab berjalan, adab duduk, adab makan, adab makan bersama, adab tidur, adab bangun tidur, adab berpakaian, adab berkunjung dan meminta izin, adab menjenguk orang sakit, adab orang sakit, adab takziyah, adab orang yang tertimpa musibah, dan adab bersimpati mengucapkan selamat. Penulis juga menambahkan doa'-do'a yang dianjurkan untuk dibaca pada setiap adab keseharian tersebut sesuai kebiasaan Rasulullah SAW.

Kelebihan dari buku ini adalah penulis merupakan ulama besar dari Hadramauth dan tidak diragukan lagi keilmuannya karena menukil dari berbagai kitab ulama besar dan terdahulu seperti Bidayatul Hidayah, Adab ad dunya wa ad diin, dsb. Oleh sebab itu, isi dari buku ini juga tersajikan dengan banyak dalil-dalil Al-Qur'an dan Hadits yang berkaitan dengan topik yang sedang di bahas. Selain itu, pemilihan kata dan penggunaan bahasa dalam buku ini mudah untuk dipahami oleh para pembaca. Buku ini juga dapat dibaca acak, artinya pembaca boleh saja melompat pada bagian yang ingin dibaca sesuai pada daftar isi karena isi buku ini tidak bertautan satu dengan yang lainnya. Penulis juga memberikan kesimpulan pada setiap bagian suluk yang dibahas.

Kelemahan dari buku ini adalah bahwa pemilihan kata "remaja" yang dipakai dan ada beberapa bagian pembahasan yang menganggap pembaca dari sudut pandang laki-laki. Pemilihan kata "remaja" dalam buku, menurutku karena memang buku aslinya menggunakan bahasa arab dengan konteks "Abnaa'i" yang artinya bentuk jamak dari anak laki-laki. Padahal, isi dari buku ini tidak hanya untuk anak laki-laki atau remaja saja namun diperuntukkan semua umat muslim/ah.

Buku ini memiliki banyak ilmu yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga yang membaca buku ini dapat mengaplikasikan ilmu dari beliau meski perlahan namun istiqomah agar dapat menjadi pribadi muslim yang berakhlakul karimah.

Tersedia dalam podcast : Bookpodcasting : #5 Suluk

Personal Rate : 7/10

Selasa, 21 Januari 2020

Dosa (Batin) yang Tersembunyi

Standard
Dosa Batin yang Tersembunyi



Judul buku : Dosa (Batin) yang Tersembunyi

Pengarang : Dr. Muhammad Said Ramadhan al-Buthi

Penerbit : Penerbit Layar
Tahun terbit : Oktober 2019
Tebal buku : 111 halaman
Harga buku : Rp 45.000



Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh di dalam jasad ada segumpal daging, yang jika ia baik maka baik pula seluruh jasad tersebut, dan jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad tersebut. Segumpal daging itu adalah hati."

Buku ini merupakan buku terjemahan yang berjudul asli Bathin al-Itsm: al-Khatr al-Akbar fi Hayah al-Muslimin. Pembahasan utama buku adalah mengenai dosa batin yang tersembunyi, sesuai judul bukunya. Penulis dengan sangat terstruktur dan sistematis serta dengan bahasa yang ringan dan lugas dapat membuat pembaca memahami alur pemikiran penulis terhadap tema yang dikupas. 

Dosa batin yang tersembunyi, adalah hawa nafsu. Penulis memaparkan dengan banyak bukti dari A-Qur'an dan Hadits yang membahas tentang urgensi pentingnya menyadari bahaya dosa batin ini. Penjelasan dalam buku sangat mampu membuat pembaca menyadari dan membuat pembaca melakukan refleksi diri terhadap topik utama yang dibahas. Tidak hanya pada tahap menyadarkan pentingnya permasalahan ini, penulis juga menyajikan solusi terhadap masalah. Solusi pertama adalah perenungan mengenai diri manusia dan tempat kembalinjya kelak, pengawasan Allah SWT kepada manusia alias instropeksi diri. Solusi kedua adalah membiasakan diri untuk selalu mengingat Allah dengan banyak berdzikir, wirid, tilawah Al-Qur'an. Solusi ketiga adalah memperbanyak doa dan permohonan serta merendahkan diri di hadapan Allah SWT. Solusi keempat adalah menghindari memakan sesuatu yang haram.

Dalam penjabarannya, penulis menyertakan contoh-contoh yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari sehingga sangat mudah untuk dipahami dan diresapi sebagai bentuk refleksi diri. Hal yang menjadi poin lebih adalah penulis selalu menyertakan sumber Al-Qur'an dan Hadits yang berkaitan dengan topik-topik pembahasan dengan sangat jelas dan mudah dipahami oleh pembaca. Pencantuman sumber-sumber tersebut tidak dapat diragukan lagi karena penulis buku ini merupakan ulama besar asal Turki yang menguasai ilmu tafsir.

Saat membaca buku ini, penulis seakan menaruh "ruh" pada setiap kata yang tertulis sehingga membuat pesan dari buku ini sampai ke dalam hati para pembaca. Selain itu, hal menarik lainnya adalah penutup dari buku ini. Penulis tidak menutup buku ini dengan kesimpulan yang biasa. Penulis menutup bukunya dengan sangat manis, mengajak para pembaca untuk berjanji melakukan perbaikan diri sesuai pesan-pesan yang disampaikan dalam isi buku dengan tajuk "Mari Kita Berpisah dalam Sebuah Perjanjian".

Kelemahannya adalah pembaca akan mendapat pemahaman secara utuh dalam buku ini hanya dengan membacanya secara urut dari awal hingga akhir. Jika dibaca dengan melompat-lompat maka kesinambungan dan pesan yang disampaikan penulis kurang bermakna.

Buku ini sangat saya rekomendasikan untuk dibaca bagi kaum muslimin karena menyangkut persoalan sehari-hari dan sangat penting sekali untuk menjernihkan kebersihan jiwa serta mampu memotivasi untuk meningkatkan iman. 

                                        Bookpodcasting : #2 Dosa (Batin) yang Tersembunyi bagian 2


Personal Rate : 10/10

Rabu, 15 Januari 2020

Ingatkah Akan Sumpahmu, Ners?

Standard
Hari minggu yang lalu, Aku mendapati kesempatan menyimak ceramah Aa Gym di Istiqlal. Temanya tentang Tauhid. Beliau menekankan pesan kepada kami, yang hadir saat itu, tentang pentingnya menghadirkan keyakinan salah satu sifat Allah, yaitu الشهيد, Allah Maha menyaksikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Bahwasanya Allah Maha menyaksikan setiap perbuatan manusia, dari keadaan yang gelap-terang, sembunyi-terang-terangan, kecil-besar. Semua perkara/masalah yang dihadapi tiap insan manusia, Allah Maha Tahu dan menyaksikan. Pertanyaan yang sepertinya memang perlu ditanyakan ke diri sendiri:

"Apakah Allah tau masalah kita?"
"Apakah Allah tau apa yang telah, sedang, dan akan kita perbuat? "
"Apakah Allah tahu isi hati kita?"

Tentu saja, jawabannya adalah Ya.

Al Buruj :9
.....والله علي كل شيءٍ شهيد (Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu)

An-Nisa:79
و كفي بالله شهيدا (dan cukuplah Allah yang menjadi saksi)

Al hajj: 17
ان الله علي كل شيءٍ شهيد (sungguh,  Allah menjadi saksi atas segala sesuatu)

An Nisa :1
ان الله كان عليكم رقيبا (sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu)

Al Ahzab :2
ان الله كان بما تعملون خبيرا (sungguh,  Allah maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan)

Al Hadid:4
والله بما تعملون بصير (Dan Allah maha melihat apa yang kamu kerjakan)

Keyakinan bahwa Allah Maha menyaksikan segala sesuatu dalam hidup kita, akan menjadi rem paling penting untuk menimbulkan rasa takut dalam melakukan segala perbuatan tercela/maksiat. Ketika keyakinan ini tidak hadir dalam diri kita, maka indikator "saksi" perbuatan kita adalah manusia. Sehingga banyak menimbulkan excuse dalam berbuat hal yang tidak seharusnya. "Ah,  dia ga tau ini... "; "Ah, gak ada yang liat kok."; "Santai, gak ada yang tau.. ". Padahal, sejatinya Allah itu Maha menyaksikan dan malaikat siap sedia mencatat niat dan perbuatan tiap manusia..

Pesan ini membuatku refleksi diri sebagai individu dan khususnya dalam menjalani profesi sebagai perawat. Sebelum sah menjadi perawat, ada sumpah yang terucap. Berikut poin-poin sumpah yang telah diikrarkan. Dan aku termasuk salah satunya.



Berprofesi sebagai tenaga kesehatan itu sungguh tidak mudah. Karena pekerjaannya menyangkut aspek manusia secara holistik, yaitu biologis, sosial, spiritual, dan kultural. Dalam sumpahnya, yang menjadi nomor satu adalah perawat dituntut untuk memberikan pelayanan tanpa adanya perbedaan perlakuan. Semua SAMA, entah dia kaya/miskin, berpangkat/tidak, sesuku/tidak, dsb. Pada kenyataannya, isu itu pasti akan dihadapi. Akankah kita memperlakukan hal yang sama jika dihadapkan klien yang memiliki jabatan dan tidak? Sudahkah kita memberikan pelayanan dengan semestinya tanpa membedakan?

Hal ini membuat diriku berpikir akan pentingnya menanamkan mindset bahwa "Allah tuh lihat kamu lho." dalam setiap pekerjaan yang dilakukan. Pada akhirnya, kita akan berusaha melakukan yang terbaik. Hal ini juga berlaku pada semua jenis pekerjaan/profesi. Terlebih lagi pada profesi yang bersinggungan dan berdampak langsung dengan sesama makhluk.

Semoga kita menjadi pribadi yang amanah dan jujur dalam setiap niat dan perbuatan yang dilakukan dengan selalu ingat dan yakin bahwa Allah Maha Menyaksikan segala sesuatunya. Dan juga, setiap pekerjaan perlu diawali dengan basmalah serta perlu banyak istighfar untuk memohon ampun atas segala khilaf yang terjadi setiap harinya.

Wallahu a'lam...

Senin, 18 November 2019

Gugur Bungaku

Standard



Jika ada empat musim di hati
Saat ini sedang terjadi musim gugur di taman hatiku
Gugur semua bunga di taman hatiku
Daun-daun berjatuhan di terpa angin

Teruntuk pangeran kecilku
Aku pernah berharap melihatmu bertumbuh besar di dunia
Tapi Tuhan mempunyai rencana terbaik untukmu
Tuhan lebih sayang dirimu

Pangeran kecilku,
Mengapa harus aku yang menyaksikan saat-saat kritismu?
Mengapa harus aku yang menyaksikan kepedihan orang tuamu?
Maafkan diriku karena tidak sanggup melihat wajahmu kala itu

Pangeran kecilku,
Maaf aku tidak sekuat dirimu untuk menahan tiap tetes air mata
Maaf karena musim gugur masih terjadi di hatiku
Terima kasih telah mewarnai hari-hari kerjaku

Pangeran kecilku,
Aku percaya kamu akan menimkati indahnya surga
Aku akan bertanya padamu, indahkah surga itu?

Akankah kita berjumpa di sana?

Pangeran kecilku,
Semua sakitmu telah berakhir
Perjuanganmu tiada yang sia-sia
Selamat menyambut kebahagiaan yang hakiki
Peluk dan cium dengan do'a dariku untukmu




Notes
Goresan kata ini akan menjadi yang terakhir dari seri #pangeran kecilku. Sesungguhnya, sumber inspirasi dari seri ini telah menghadap yang Maha Kuasa. Aku memohon do'a terbaik dan Al-Fatihah untuk almarhum, bagi yang membaca #goresankata ini. Terima kasih banyak!



Minggu, 10 November 2019

Mutiara Kehidupanku

Standard


Halo readers!

Seminggu yang lalu, perawat dan dokter di bangsal anak tempatku bekerja mengalami duka yang cukup mendalam karena salah satu pasien kami meninggal. Sebut saja, mutiara. Mutiara adalah anak perempuan lucu, imut, dan manis. Di ruanganku bekerja, ada satu ruang khusus untuk pasien dengan kanker leukemia karena memang ada satu dokter spesialis anak yang fokusnya di hematologi-onkologi. Mutiara, salah satu pasiennya. Dua postinganku sebelum ini yang bertajuk "Pangeran Kecil" juga terinspirasi dari mutiara lainnya dengan sakit yang sama, yaitu leukemia. Kebetulan, seminggu yang lalu juga, aku mendapat kesempatan untuk menghadiri seminar dengan tajuk "Upaya Peningkatan Pelayanan Kanker pada Anak.". Hal ini membuatku ingin membahas tentang leukemia pada anak dan kukaitkan dengan fenomena yang kuamati dalam-dalam saatku merawat pasien anak dengan leukemia. 


Leukemia merupakan salah satu keganasan/kanker yang berasal dari sumsum tulang yang ditandai dengan peningkatan sel darah putih disertai adanya  sel-sel muda dalam darah tepi. Leukemia dapat terjadi pada anak maupun dewasa. Melansir informasi dari website Yayasan Onkologi Anak Indonesia, diperkirakan terdapat 11.000 kasus kanker anak setiap tahunnya dan salah satu jenis kanker yang paling sering terjadi pada anak di Indonesia adalah leukemia. Telah disebutkan bahwa leukemia berasal dari sumsum tulang, dimana sumsum tulang merupakan sumber utama aktivitas pembentukan komponen darah manusia, yaitu sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Adanya keganasan pada sumsum tulang menyebabkan produksi komponen darah dalam tubuh terganggu dan menimbulkan efek seperti anemia (rendahnya kadar hemoglobin dan/ sel darah merah), trombositopenia (rendahnya jumlah trombosit), dan leukopenia (rendahnya kadar sel darah putih). Ikatan Dokter Anak Indonesia menyebutkan beberapa gejala yang terjadi pada anak dengan leukemia, yaitu:

1. Anemia, kondisi rendahnya kadar hemoglobin atau kurangnya jumlah sel darah merah dalam tubuh. Biasanya orang dengan anemia tampak pucat. Pada beberapa kasus yang pernah kutemui di rumah sakit, biasanya anak mengalami pucat dengan kadar Hb 3-7, dimana kadar Hb normal adalah 12-13 g/dl. Pasien dengan kanker leukemia dengan Hb yang rendah biasanya memerlukan tranfusi darah merah / packed red cell (PRC). 

2. Perdarahan. Kasus anak dengan leukemia atau yang masih diduga leukemia memang biasanya ditemukan keluhan gusi berdarah atau mimisan (epitaksis). Namun, tidak semua mengalaminya. Perdarahan ini dapat terjadi akibat rendahnya kadar trombosit dalam darah. Dalam keadaan normal, trombosit berjumlah 140-450ribu. Namun, pada anak dengan kasus leukemia, jumlah trombosit yang biasa ditemukan dibawah 20ribu. Bahkan, pernah kutemukan anak dengan leukemia memiliki trombosit dengan jumlah 1000. Mengapa perhatian jumlah trombosit ini begitu penting? Karena trombosit berfungsi sebagai pembekuan darah dalam tubuh manusia. Jika kadar trombosit dalam darah rendah, maka tubuh tidak mampu melakukan pembekuan darah dengan normal sehingga berisiko perdarahan terus menerus. Oleh karena itu, pasien dengan leukemia tidak boleh mengalami benturan atau hal-hal yang menyebabkan kondisi perdarahan dalam tubuhnya. Anak dengan kadar trombosit yang rendah biasanya akan mendapatkan tranfusi darah trombosit. Darah trombosit ini biasanya agak sulit didapat dengan cepat. Oleh karena itu, siapapun yang membaca artikel ini, yuk jadi pendonor! Dengan mendonorkan darah kita ke PMI, insyaAllah bisa membantu banyak orang yang membutuhkan, khususnya para penderita leukemia.

3. Mudah terinfeksi. Setiap manusia memiliki pertahanan tubuh. Tuhan telah menciptakan salah satu komponen darah yang berfungsi untuk itu. Dia bernama leukosit atau sel darah putih. Leukosit ini berfungsi untuk melawan bakteri/virus jahat yang menyerang tubuh agar tubuh tetap sehat dan bugar. Anak dengan leukemia mudah mengalami infeksi karena leukosit yang dibentuk oleh sumsum tulangnya berbeda dari leukosit normal, sehingga menyebabkan leukosit yang terbentuk tidak dapat berfungsi secara normal.

4. Demam. Gejala umum yang dialami oleh anak dengan leukemia adalah demam. Anak dengan leukemia dapat mengalami demam karena proses peradangan atau proses infeksi yang dialaminya.

5. Nyeri tulang/sendi. Keluhan nyeri tulang/sendi ini tidak selalu dialami setiap anak. Hal ini dapat terjadi jika terjadi penyebaran sel-sel kanker ke dalam tulang atau sendi. Dan aku mendapati satu pasienku mengalami hal ini.

6. Pembesaran organ. Pembesaran organ terjadi apabila sel kanker telah menyebar ke organ lain seperti hati, limfa, kelenjar getah bening, ataupun organ lain. Tanda klinis yang tampak seperti perut semakin membesar, dan tampak pembengkakan pada kelenjar getah bening.

7. Kloroma, bercak kehitaman/keunguan pada kulit. Ini merupakan tanda khas rendahnya kadar trombosit. Ada satu anak sebelum didiagnosis leukemia mempunyai keluhan awal memiliki bercak hitam atau keunguan pada tubuhnya tanpa ada penyebab seperti benturan atau jatuh.

8. Hiperleukositosis adalah kondisi ketika kadar leukosit dalam darah lebih dari 100ribu. Namun aku belum menemukan kasus hiperleukositosis.

Dari sekian banyak tanda dan gejala yang sudah disebutkan, entah kita sebagai orang tua, kakak, atau anggota keluarga, atau tetangga yang menemukan salah dua dari tanda diatas untuk dapat segera memeriksakan anak ke dokter spesialis anak agar mendapat pemeriksaan lebih lanjut. Karena, menurut seminar yang ku hadiri, kanker dapat disembuhkan jika diketahui sejak dini. Yuk, coba peka sama anak-anak disekitar kita. :)

Lalu, apa faktor yang menjadi risiko leukemia?

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, faktor risiko leukemia pada anak adalah genetik dan lingkungan. Genetik, artinya memiliki garis keturunan pada keluarganya yang juga memiliki kanker. Faktor lingkungan misalnya terpapar radiasi, polusi udara, paparan zat kimia, dsb.

Selain itu, rupanya terdapat berbagai jenis leukemia. Jenis-jenis leukemia diantaranya adalah Acute Lymphocytic (lymphoblastic) Leukemia (ALL), Acute Myelogenous Leukemia (AML), Mixed Lineage Leukemia atau Leukimia Hibrida, Chronic Myelogenous Leukemia (CML), Chronic Lymphocytic Leukemia (CLL), Juvenile myelomonocytic leukemia (JMML). Jenis leukemia pada anak yang sering ditemukan dan banyak kutemukan di tempatku bekerja adalah jenis ALL dan AML. Namun, yang paling banyak adalah jenis ALL. 

Sebagai perawat anak yang memiliki pasien dengan leukemia, banyak pelajaran yang kudapat. Baik itu dari sisi kesehatan maupun sosial-spiritual. Anak dengan leukemia, sekarang akan menjadi mutiara kehidupanku. Kenapa mutiara? karena menurut pemikiranku, mereka layaknya proses terbentuknya mutiara. Kita tahu bahwa mutiara memiliki nilai jual yang tinggi di masyarakat, mewah, berkilau, banyak digemari orang, dan spesial. Terlepas dari "spesial"nya mutiara, ternyata proses terbentuknya mutiara oleh kerang tidaklah mudah. Mutiara harus melalui proses yang menyakitkan sebelum ia terbentuk di dalam kerang. Hal ini sama dengan pasien-pasienku dengan leukemia. Mereka anak-anak yang lucu, imut, ceria, dan sungguh kuat dalam menjalani proses penyakit yang sudah ditakdirkan untuknya. Terkadang membuatku malu sendiri ketika ingat mereka. Oleh karena itu, kusebut mereka sebagai mutiara-mutiara kehidupanku. Sesungguhnya, ketika aku menatap mereka lekat, dan membayangkan kembali raut wajahnya, entah darimana datangnya bisa menjadi suntikan semangat tersendiri. :)

Tulisan tentang leukemia ini belum ingin ku-akhiri. Ada beberapa hal lain yang ingin kubahas lagi tentang leukemia serta tentang pentingnya support/dukungan bagi anak dan keluarganya dari pengamatan pribadiku. Semoga tulisan ini memberikan manfaat kepada kalian yang sudi membacanya. Heheeee

See ya!!!!