Minggu, 23 Juli 2017

Tadabbur Al-Qur'an (1)

Standard
Bismillahirrahmanirrahiim (Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)


Sampaikanlah walau hanya satu ayat. Begitu pesan baginda Nabi Muhammad SAW.


Sewaktu lebaran kemarin, Mama saya bilang kalau ia kagum sekali dengan ustadzahnya dulu. Ustadzah mama sangat royal terhadap ilmu yang dimilikinya, sekecil, sesedikit apapun ilmu itu. Katanya, ilmu itu harus dibagikan, masalah rezeki, Allah sudah mengaturnya untuk setiap hamba-hambanya. Maka dari itu, jangan pernah takut untuk berbagi kepada orang lain, terutama ilmu. I was so amazed, jadi ikut kagum dan agak merinding dengarnya. I learned  a lot, after many thoughts running in my head. Thus, I think that it is good to made it as one of principle in life.

Jadi, ceritanya habis dari kajian, dan dapat ilmu ini dari Ustadz Ahmad Ibnu Syam, tentang mengahadapi permasalahan hidup. Permasalahan apapun itu, pekerjaan, per-jodoh-an, per-duit-an (?), de el el. Beliau bilang, jawabannya ada di surat Al-Baqarah ayat 45.


وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ
(Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Dan (shalat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'. Q.S Al-Baqarah; 45)

Telusur punya telusur, saya searching di google, keluarnya bukan ayat 45. Tapi ayat 153. Ternyata Allah bilang dua kali, hal yang sama.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
(Hai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Q.S Al-Baqarah; 153).


The Guide. Petunjuk. Ketika dirundung permasalahan, tindakan pertama adalah sabar. Tapi sabar saja tidak cukup. Maka perintahnya setelah sabar adalah shalat dan meminta pertolongan pada Allah (berdoa). Ustadz bilang kalau memanjatkan do'a itu harus terus-menerus. Jangan kadang doa, kadang nggak. Do'a nya juga harus yakin. Yakin kalau Allah mengabulkan doa yang dipanjatkan.

Kalau dirasa doa belum dikabulkan? 

Sabar dan tetap yakin, dan terus berdoa. Husnudzan, Allah pasti akan memberikan yang terbaik.

Ingat kisah Nabi Zakaria.....
Ia berkata:”Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdo’a kepada Engkau, ya Tuhanku.
Q.S Maryam ayat 4
Kesimpulannya, hal yang perlu diperhatikan : shalat yang bisa menjadi solusi dalam berbagai permasalahan hidup adalah sholat yang khusyuk, yang baik dan benar, sesuai rukun dan syarat sahnya shalat dan melakukan shalat hajat. Berdo'a di waktu-waktu yang mustajab dan tempat yang mustajab..


In my opinion,  hidup rasanya tentram dan adem kalau bersama Al-Qur'an. Mengamalkannya adalah kunci kebahagiaan yang hakiki. Semangat ber-upgrade diri. Belajar itu sepanjang hayat. #terusbelajar #belajarterus


Wallahu a'lam.

Semoga Bermanfaat. :)



Cileungsi,

23 Juli 2017


Jumat, 21 Juli 2017

Yakin, Masih Bilang Nanti?

Standard
Bismillahirrahmanirrahiim (Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)



"In, bisa bantu buat xxxxxxxx ?"
"InsyaAllah bisa, Bu. Kapan dikirimnya, Bu?"
"Jum'at pukul 15. Tk" 


Seraya menerima permintaan tersebut, langsung saja saya menyusun rencana kerja agar sesuai tepat waktu, kalau bisa malah lebih awal dari tenggat waktu serta memasang mindset untuk berusaha mengerjakannya dengan optimal agar tidak mengecewakan. 

--------------------------------------------------------------------------------------------------
Time flies

Sembari menatap layar laptop, randomly I stopped my work. Kemudian dalam hati bilang, "Eh, kok gw sampai segitu takutnya untuk kirim telat dan mengecewakan manusia? Kalau adzan untuk shalat, gimana? Pernahkah takut kalau Allah kecewa?", konflik batin. *sering banget begini :'D Hey kamu (jodoh) yang entah sekarang ada di mana! Siap-siap nanti jadi tempat curtinku (re: curhat batin) ya! #eh :p*

Shalat. I don't know why pikiran tertuju pada ibadah yang satu itu. Seringnya, ambil wudhu kalau sudah dengar adzan. Atau sesekali shalatnya lewat dari adzan. Atau kalau lagi khilaf banget malah nggak dengar adzan dan shalatnya telat pake banget. Padahal, adzan itu panggilan Allah kepada hambaNya. KataNya, "Hayya 'alash sholah (Mari menunaikan sholat)". Saat panggilan itu datang, di mana kita? di mana saya? di mana kamu?

Berdasarkan perasaan pribadi, paling nggak mau dan sedih kalau buat orang lain kecewa. Sekali lagi, nggak mau buat manusia kecewa. Tapi jarang mikirin gimana caranya biar Allah nggak kecewa. Jarang mikirin perasaan Allah. Astaghfirullah. Nabi Muhammad SAW bilang,

“Amalan yang paling dicintai oleh Allah Swt adalah Shalat pada waktunya, Berbakti kepada kedua orang tua, dan Jihad di jalan Allah Swt.” (HR Bukhari & Muslim).

Hmmmm.....

Pernah juga dengar ceramah ustadz Yusuf Mansur tentang hubungannya kehidupan kita dengan shalat yang kita kerjakan. Beliau bilang kalau suka menunda-nunda shalat, maka wajar bila dalam urusan dunia selalu terlambat. Misalnya, jodohnya lama datang, dapat pekerjaannya lama, dan sebagainya. Padahal, jika shalat dikerjakan tepat waktu atau bahkan lebih awal, urusan dunia juga lebih cepat. Misalnya, belum lulus kuliah sudah punya tawaran kerja dan lain sebagainya. Saya pun meyakini hal itu. Ketika ingin memperbaiki hidup, maka perbaikilah shalatmu. Memperbaiki shalat baik dalam hal ketepatan waktu, pemenuhan rukun dan syarat sahnya shalat, dan sebagainya.

In the end, semoga perenungan dari konflik batin yang diinterpretasikan berupa tulisan ini bisa bermanfaat. Semoga Allah mengampuni saya dalam setiap kata yang tertulis dan meluruskan niat saya. Semangat terus untuk memperbaiki diri, menuju ridhoNya agar termasuk menjadi penghuni jannahNya. Aamiin....

Wassalam.

Cileungsi,
21 Juli 2017

Nb: Jangan lupa, hari ini tayang Kick Andy tentang tulisan yang sudah saya buat klik di sini :p

Rabu, 19 Juli 2017

Rahasia Nikmatnya Menghafal Al-Qur'an

Standard

Siapapun Anda, Anda adalah pengahafal Al-Qur'an

Judul                   : Rahasia nikmatnya menghafal Al-Qur'an
Pengarang Buku : D.M Makhyaruddin
Penerbit Buku     :Noura Religi
Kota terbit           : Jakarta
Tahun terbit         : 2013
Tebal                   : 292 halaman


Sinopsis

"Sesungguhnya menghafal Al-Qur'an itu tidak membutuhkan metode, tetapi yang dibutuhkan dalam menghafal Al-Qur'an hanyalah niat, mujahadah, dan istiqamah"

Menghafal Al-Qur'an mungkin adalah keinginan kebanyakan muslim dan muslimah. Terlebih lagi, saat ini sudah banyak qari' muda dan hafidz Qur'an, yang menginspirasi banyak kaum muda-mudi. Buku ini berisi pengalaman penulis selama menghafal Al-Qur'an dan banyak pesan-pesan yang memotivasi pembaca untuk tidak pantang menyerah dalam menghafal Al-Qur'an.

Penulis buku ini menghafal 30 juz hanya dalam waktu 56 hari. Tulisannya pun memaparkan hal-hal esensial terkait menghafalkan Al-Qur'an, yaitu dimulai dari alasan mengapa ingin menghafal, cara menghafal, cara menjaga hafalan, dan bagaimana menikmati hafalan Al-Qur'an. Selain itu, buku ini menyadarkan bahwa menghafal tidak hanya sekadar hafal saja namun menghafal yang berkarakter dan berkualitas bagi penghafalnya.

Penulis membagi tulisannya menjadi tiga bagian besar. Bagian pertama, penulis memaparkan tentang persiapan mengarungi keindahan Al-Qur'an. Hal ini meliputi hal esensial ketika seseorang berniat untuk menghafal serta membahas tentang komitmen ketika sudah niat untuk menghafal. Bagian kedua, penulis memaparkan tentang metode dan unsur-unsur yang diperlukan untuk menghafal. Bagian terakhir, penulis memaparkan tentang penjagaan hafalan Al-Qur'an, termasuk metode secara teknis maupun penjagaan yang berkaitan dengan perilaku yang harus dimiliki penghafal Al-Qur'an agar hafalannya dapat terjaga. Pada setiap bagian ini mengandung kalimat-kalimat yang memotivasi. 

Kelebihan

Kelebihan buku ini adalah pesan-pesan yang disampaikan oleh penulis dapat memotivasi pembaca untuk menjadi penghafal yang berkarakter dan berkualitas. Penulis juga mampu menggugah hati pembaca dengan tulisannya karena disertai dengan cuplikan kisah zaman Rasulullah SAW dan beberapa potongan hadits. Tidak hanya itu, penulis juga memaparkan beberapa tadabbur ayat-ayat Al-Qur'an.

Kekurangan

Catatan kaki pada buku terletak di belakang, sehingga perlu membolak-balikkan lembar buku untuk melihat penjelasannya.


Personal Rate : 8/10

Sabtu, 08 Juli 2017

Menyandang Gelar Sarjana, dan Saya Malu!

Standard
Bismillahirrahmanirrahiim (Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)

Sudah setahun rasanya, gelar sarjana saya peroleh. Tersanding S.Kep di belakang nama. Alhamdulillah 'ala kullihaal... Perasaan saya aman-aman saja dengan adanya tambahan gelar tersebut, sampai pada hari Kamis, 6 Juli 2017 kemarin, membuat saya malu sejadi-jadinya sekaligus rasanya hati bergejolak ingin lakukan ini dan itu (re: timbul semangat).

Kamis, 6 Juli 2017

Saya menghadiri undangan taping acara Kick Andy di Metro TV bersama teman-teman Sobat Bumi dengan tema Pengorbanan tanpa Pamrih. Temanya sangat menarik hati, maka dibela-belain datang langsung lihat pembicaranya meski saya tahu acara akan selesai larut malam. Karena saya yakin kalau vibes nonton langsung dengan via tayangan televisi, getaran dari pembicaranya itu beda. Hehe..

Korelasi judul tulisan ini dengan cerita nonton Kick Andy adalah pada pembicara pertama. Beliau bernama Yoseph Orem Blikololong, asal Lembata, Kupang, NTT. Andy F Noya, membuka sesi pertama dengan perkenalan beliau sebagai seorang pemulung. At first, saya berpikir, seorang pemulung, dengan pengorbanan tanpa pamrih. Dalam hati berspekulasi, okay, mungkin karena jasanya mengambil barang-barang bekas/sampah jadi masuk ke dalam tema acara.

Jeng

Jeng

Jeng

Ternyata saya salah.

Apa yang membuat beliau jadi pembicara di acara Kick Andy ini ternyata sangat luar biasa. Beliau seorang pemulung yang mampu membuat dua sekolah gratis secara mandiri, yaitu PAUD dan SMP. Gimana bisa ya? Itu yang langsung terlintas dalam benak saya.

Beliau membangun sekolah tersebut dari hasil mulung sehari-harinya. Ya Allah... :"(
Tergerak hati beliau untuk membangun sekolah karena melihat dan mengobrol dengan anak-anak jalanan di Kupang. Mengetahui bahwa anak-anak tersebut ingin sekolah, namun keluarga mereka tidak mampu, maka Pak Yoseph bertekad membangun sekolah gratis dari hasil kerja sebagai seorang pemulung. Beliau yang merupakan lulusan SMA ini sudah berkeluarga dan memiliki 6 orang anak. Respon pertama dari istrinya saat mengatakan ingin membangun sekolah adalah marah. Bagaimana mungkin bisa membangun sekolah dengan hasil yang pas-pas-an untuk kebutuhan keluarga. Namun Pak Yoseph ini mampu meyakini istrinya dan akhirnya bisa membangun sekolah sampai saat ini. 

Hal yang saya pelajari dari beliau adalah tentang keyakinan. Beliau seorang pemulung lulusan SMA yang bahkan penghasilannya pas-pasan tapi punya keinginan yang sangat tinggi dan mulia. Rasanya tidak mungkin dengan kondisi seperti itu bisa melakukan hal besar seperti Pak Yoseph lakukan. Banyak sekali pemikiran beliau yang saya sangat suka. Beliau memiliki hati yang sangat mulia dan memiliki keyakinan bahwa meskipun dalam kondis sulit, saat membantu yang sedang kesulitan pasti akan ada bantuan dan jalan keluar. Keyakinan yang begitu besar. Saya pernah baca suatu kutipan yang mengatakan bahwa "Banyak mimpi terbunuh karena keraguan yang kita ciptakan sendiri". Ya, I think it is most common problem. Saat menyimak beliau bercerita, gelar sarjana ini rasanya keciiiiiiil sekali. Malu sekali rasanya.

Random sekali rasanya pikiran ini. Teringat ceramah Ustadz Yusuf Mansur mengenai Sulaiman spirit. Beliau menjabarkan tadabbur Q.S Shad ayat 31-35, yang pada intinya tentang semangat atau spirit Nabi Sulaiman a.s. yaitu memiliki keinginan besar, yang tidak dimiliki oleh seorangpun kecuali dirinya saat kondisinya sedang sejatuh-jatuhnya dan dikabulkan oleh Allah. Menurut saya, inilah yang terjadi pada Pak Yoseph, disaat keadaan yang sulit, beliau malah memiliki keinginan yang sangat besar dan terwujud. Selain itu, Pak Yoseph ini sedang berkuliah mengambil studi hukum. Apa alasan beliau? Supaya bisa membela rakyat-rakyat kecil. Sesederhana itu. 

Ya Allah, semoga Kau jadikan hamba dan yang lain menjadi sebaik-baiknya manusia. Sebaik-baiknya manusia yang bisa bermanfaat bagi orang lain. Sebaik-baiknya manusia yang bisa membagi ilmu yang diperoleh, mengaplikasikan ilmu yang diperoleh untuk orang lain, agar menjadi amal jariyah kelak. Semoga menjadi amanah dengan banyaknya ilmu yang diperoleh. Semoga dengan bertambahnya ilmu, justru semakin merunduk. Aamiin.... :"))

Silakan teman-teman menonton acara Kick Andy ini pada tanggal 21 Juli 2017 pukul 20.00 di Metro TV supaya menyimak langsung apa yang diceritakan oleh Pak Yoseph yang sangat menginspirasi ini. Tulisan ini rasanya tidak cukup untuk menggambarkan perasaan saya saat menyimak langsung. Semoga bermanfaat!


Cileungsi,
8 Juli 2017



Minggu, 06 November 2016

Titik Balik

Standard


Isu akhir-akhir ini, ramai dengan 411, aksi damai umat muslim dalam rangka membela kitab suci kami ummat muslim, Al-Qur'an. Saya memilih bercerita salah satu momen dalam hidup saya yang berkaitan dengan Al-Qur'an. Bagi saya, momen ini adalah titik balik total dalam hidup saya, tepatnya terjadi sejak 4 bulan yang lalu. Mungkin diksi yang menggambarkan adalah "Hijrah". Mungkin orang-orang disekitar saya, sedikit banyak melihat perubahan-perubahan yang terjadi pada diri saya. Atau orang-orang yang memperhatikan perubahan pola postingan media sosial yang saya miliki. Saya memilih untuk bercerita ada apa di balik semua perubahan yang terjadi.

4 bulan yang lalu, tiba-tiba saya ingin mendalami Al-Qur'an lebih jauh dari sekedar membacanya saja, sampai ada keinginan untuk mulai menghafalkannya. Rasanya iri kalau lihat ada seseorang yang mampu hafal sekian juz Al-Qur'an. Mulai sejak itu, saya menelusuri cara untuk mencapai keinginan saya tersebut. Hingga saya menemukan video dari anak Ustad Yusuf Mansur (UYM) di Youtube dan menemukan website untuk menghafalkan Al-Qur'an, terobosan UYM juga. Karena jiwa telusur saya cukup tinggi, saya malah menelusuri tausyiah-tausyiah UYM di Youtube. Video yang pertama saya tonton membahas tentang ketauhidan kita kepada Allah SWT. Beliau mengisahkan seorang anak SD yang diberi pelajaran tentang tauhid dalam kehidupan sehari-harinya. Kisah tersebut sukses membuat air mata saya jatuh. Sukses membuat saya merefleksikan diri saya. Sukses membuat saya merenungkan masa-masa silam dalam hidup saya. Sukses pula menyadarkan saya bahwa saya terasa jauh sekali denganNya meskipun saya sudah shalat 5 waktu dan membaca firmanNya. Rasa ingin tahu dan telusur saya semakin tinggi, akhirnya saya menonton video yang kedua. Judulnya "10 dosa besar vol.1" di Youtube. Masih teringat jelas sekali, saya menontonnya pada waktu dini hari. Kemudian saya lanjut menonton hingga vol.3. Semua video itu terasa menelanjangi jiwa dan raga saya. Sejak saat itu, saya merasakan hidayahNya datang. Setitik sinar mulai menyinari kehidupan saya yang sebelumnya gelap gulita.

Beberapa bulan berlalu, saya mulai untuk melakukan beberapa perubahan. Beberapa terakhir ini, saya ditemukan kembali kisah Hijrahnya seorang artis Indonesia, sebut saja Peggy Melati Sukma. Menonton kisahnya yang langsug diceritakan olehnya di Youtube, saya dan dia merasakan hal yang sama. Titik balik kami bersumber dari Al-Qur'an. Kesamaan lainnya, kami sama-sama berangkat dari "masa gelap"nya kehidupan yang kami alami. Pengalaman paling pahit dalam hidup mengantarkan kami padaNya. Saya suka statement dari mbak Peggy, bahwa Jangan sampai menunggu rasa pahit dalam hidup untuk berhijrah. Jangan sampai kita merasakan kegelapan dalam hidup dulu untuk berhijrah.

Ya, memang. Hidayah dan kemantapan untuk berhijrah adalah takdirNya. Tetapi, jika kita memunculkan niat untuk terus berubah, mudah-mudahan kita selalu diarahkan untuk semakin dekat denganNya. Mudah-mudahan semua diberikan kesempatan untuk berhijrah dan istiqomah untuk hijrah. Doakan saya juga supaya istiqomah berhijrah, dan semakin dekat denganNya. Aamiin.

Saya suka sekali dengan judul buku Mbak Peggy, "Kujemput Engkau di Sepertiga Malam". Buku tersebut adalah kisah Mbak Peggy dari masa-masa kegelapannya hingga titik balik kehidupannya. Saya berniat untuk estafet buku tersebut untuk teman-teman yang ingin membacanya. Silakan kontak saya jika ada yang ingin membacanya. Mana tahu dari buku tersebut terselip hidayahNya, karena kita tidak tahu dari celah mana rasa "titik balik" itu akan datang. :)

Wassalamualaikum,
Salam Hijrah Sampai Akhir Hayat! :)

6 November 2016

Sabtu, 23 Juli 2016

Undangan Umroh dari Allah, Siapa yang Tak Mau?

Standard

Assalamualaikum, para bloggers, dan blog readers :)

Saya ingin sekali berbagi cerita. Bukan cerita saya ketika Umroh ya, karena belum diundang olehNya ke sana :'D Insya Allah.. (mohon do'anya aja dulu, hehe.. ). Tapi saya ingin berbagi secuil pengetahuan yang saya dapat hari ini dari acara Training Wisata Hati yang temanya : "Training Umroh: Makna dan Manasik". Karena kata Rasul, "Sampaikan dariku walau satu ayat". Jadi, biarpun sedikit ilmunya, yang penting bisa bermanfaat (insyaAllah), hehe :)

Sebagai umat muslim, pengikut Rasul, hambanya Allah, menunaikan ibadah umroh adalah sesuatu hal yang istimewa. Gimana bisa nggak? Kita datang ke rumahNya, bisa berkunjung ke makam Rasulullah langsung dan melantunkan shalawat. Bahkan, tadi kata ustad, ibadah sholat yang kita lakukan di Masjid ketika di tanah suci itu bernilai 1000x lipat pahalanya. Istimewa sekalilah pokoknya ya.

Nah, perkaranya adalah......tidak semua ummat manusia yang berkesempatan untuk ke sana, melakukan ibadah dan berkunjung ke rumahNya. Kalau dinalar secara logis, masalah mayoritas yang menghambat adalah uang. Atau bisa jadi masih tertunda dalam waktu yang lama karena sekarang ada masa tunggu untuk pergi Umroh atau Haji (antri, hehe). Atau bisa jadi, memang belum 'terpatri' di hati atau belum ada niat yang adekuat, baru ada keinginan-keinginan biasa saja (kayak saya sebelum datang ke training ini). Ya, pokoknya kalau di pikir-pikir banyak sekali faktor yang dapat menjadi penghambatnya. Ini hanya berdasarkan opini saya saja ya, bukan berdasarkan survei dan data. Hehe...

Apa yang mau saya bagikan tentang ilmu yang saya dapat hari ini? yaitu tentang keyakinan dari niat kita dan ikhtiar yang kita lakukan untuk pergi ke Tanah Suci dan sesuai dengan tagline acara tadi, #Dream #Pray #Action

1. Niat

Menurut saya, niat adalah pondasi utamanya. Karena kalau ada niat, action atau tindakannya insyaAllah juga akan jalan. Kita harus punya dan berani memiliki mimpi untuk pergi ke sana. Keinginan ini juga harus kuat. Ya, sama aja kayak kita ingin sesuatu barang misalnya, kalau niat nggak niat, keinginan itu akan dengan mudah hilang. Niat juga menjadi salah satu rukun dalam menjalankan ibadah Umroh. Ah, iya. Niatkan Umroh karena Allah, yang paling penting.

2. Doa

Doa adalah salah satu cara kita untuk berkomunikasi dengan Allah SWT. Ini juga merupakan salah satu ikhtiar yang kita lakukan. Sama layaknya ketika kita menginginkan sesuatu, pasti kita berdoa agar keinginan kita dikabulkan. Nah, kita bisa berdoa untuk diri kita sendiri dan berdoa untuk orang lain atau saling mendoakan satu sama lain. Tadi, saat training, saya diajarkan bagaimana cara doa yang tepat. Pertama, pikirkan konten do'a nya, yaitu kita niat untuk Umrohnya kapan (kalau bisa spesifik beserta tanggal, bulan, dan tahun), bersama siapa kita akan berangkat, dan apa yang kita inginkan ketika Umroh. Setelah itu, kita baca basmallah dan mengucapkan shalawat dan ditutup dengan hamdalah. Kita juga bisa banget berbagi mimpi kita ini dengan keluarga atau teman terdekat kita, supaya bisa saling mendoakan satu sama lain. Jadi, misalkan saya mendoakan teman saya begini:

Bismillahirrohmanirrahiim..Ya Allah, ijinkan dan undanglah A untuk pergi Umroh tanggal 17 Agustus 2018 bersama orang tuanya. Dia ingin sekali berkunjung ke rumahMu, bershalawat di rumahMu dan mengunjungi makam Rasulullah, kekasihMu beserta masjid-masjid yang ada di sana. *kemudian baca shalawat* *hamdalah* *aamiin*

Nah, doa ini jangan dilakukan hanya sekali, tapi setiap hari, sesering mungkin. Kenapa sih? Ibarat anak kecil minta mainan sama mamanya, gimana? Pasti merengek-rengek bahkan sampai nangis kan supaya mainan yang diinginkan dibeli sama  mamanya. Begitulah analoginya. Ohiya, satu lagi, sebelum berdoa, diiringi juga sama istighfar. Karena, berdasarkan yang saya baca dan saya pahami dari ceramah Ustad YM, ada beberapa hal yang menghambat doa kita cepat sampai ke Allah, yaitu dosa-dosa yang kita perbuat. Makanya, sebelum berdoa, kita mengucapkan dan meminta ampunan kepada Yang Maha Kuasa.

3. Action (Tindakan Nyata/Konkrit)

Mimpi hanyalah sekedar mimpi kalau kita tidak melakukan usaha. Sebenarnya doa juga merupakan salah satu usaha sih. Tapi banyak cara lainnya yang dapat dilakukan untuk mempercepat keinginan kita agar dikabulkan oleh Allah SWT. Salah satu cara yang mujarab adalah bersedekah. Ada suatu kisah yang sangat menginspirasi saya dan beberapa peserta training tadi. Tidak sedikit yang juga menangis kita kami para peserta memetik hikmah dari kisah ini. Ini adalah kisah dari Mbah Kemih. Teman-teman bisa membaca kisah ini sama persis yang saya baca tadi dari handbook yang dibagikan di Kisah Mbah Kemih (klik aja ya). Saya sangat anjurkan untuk teman-teman baca, dan menyerapi hikmah dari kisah beliau. Kisah beliau juga mengisahkan bahwa sedekah dapat membawa beliau ke tanah suci, tentunya diiringi juga dengan kedekatan beliau dengan Allah SWT.

Satu lagi yang sebenarnya sangat snagat membekas pada diri saya saat training tadi. Ketika kami para peserta telah menuliskan kapan akan pergi Umroh, bersama siapa, dan apa yang diinginkan pergi kesana, kami langsung disuruh melakukan action "sederhana" dengan mengirimkan pesan singkat by sms, Whatsapp, atau BBM ke orang yang kita niatkan untuk pergi bersama. :') Jadi, kalau saya  tadi mengirimkan pesan ini. hehe.. Jujur, saya gemetar, begitupun teman saya. Mungkin teman-teman juga bisa mencobanya. :')


Saya mengakui bahwa kadang kita terlalu takut untuk mengungkapkan mimpi yang begitu spesifik, bahkan dengan Allah sekalipun. Contoh, saya. Kenapa? Saya tidak mencantumkan tanggalnya, hanya bulan dan tahun. Mungkin teman-teman lebih berani? Alhamdulillah. Padahal, idealnya kita harus berani bermimpi se-spesifik mungkin, karena sebegitu yakinnya kita dengan mimpi yang akan terwujud. Begitu juga do'a, harus spesifik. Kalau kita merasa kurang yakin, seharsnya tidak. Karena kita punya Allah SWT yang Maha Kuasa, memiliki seisi jagat raya ini, kata Pak Ustad. Tapi saya setuju sih, hehe :)


Nah, kalau teman-teman sudah membaca kisah Mbah Kemih, maka akan memahami bahwa Umroh atau Haji bukan lagi mimpi bahkan untuk orang yang tidak mampu dalam arti tidak mampu secara ekonomi. Tapi, ketika memang Umroh adalah rejeki yang memang diperuntukkan kepada seseorang, misalnya seperti Mbah Kemih, maka Jadilah sesuatu itu (Kun Fayakun). Maka, memang benar bahwa Umroh merupakan undangan dariNya. Siapapun tidak dapat memanipulasi atau menggagalkannya ketika undangan itu sudah diberikan dari Allah SWT. Nah, jadi sebenarnya, setiap kita ummatNya berhak mendapatkan undangan untuk bertolak ke Tanah Suci. Hanya saja, kalau kata Ustad tadi saat training, kita belum bisa melihat atau undangan itu belum sampai karena frekuensi kita yang berbeda. Ilmu lagi yang saya dapat tadi saat training, ternyata ada loh do'a supaya kita mencapai frekuensi itu. Do'anya ada pada Surah Al-Hadid ayat 1-6 dan Surah Al-Hasyr ayat 22-24 (3 ayat terakhir). InsyaAllah, doa ini dapat membuat kita sampai pada frekuensi yang dimaksudkan. Do'a ini dapat dibaca setelah selesai sholat. :)

Nah, jadi kalau ada teman-teman yang punya keinginan untuk Umroh atau Haji, nggak perlu khawatir akan permasalahan duniawi (uang, kesehatan, dsb), yang penting yakin. Kalau saya simpulkan sih, semua itu dapat terwujud ketika kita memiliki niat yang besar, istiqomah dalam berdoa (jangan bolong-bolong doanya), ikhtiarnya juga jalan, di tambah dengan membaca surat Al-Hadid dan Al-Hasyr tadi, InsyaAllah undangan dari Allah akan sampai. Sekalinya undangan Allah itu kita dapat, maka tiada apapun yang dapat menghalanginya, InsyaAllah. Hehe...

Semoga cerita yang saya bagikan dapat bermanfaat untuk teman-teman. Semoga yang ingin di undang ke Tanah Suci, segera diundang dan semoga yang sudah pernah diundang agar dapat diundang kembali ke Tanah Suci :)

Wassalamualaikum! :)

19 Syawal 1437H

Selasa, 19 Juli 2016

Bullying: Klasik, Mengakar

Standard

Masih segar dalam pikiran saya tentang bullying,  hari ini. Ya, baru saja hari ini. Hal ini pulalah yang menghidupkan jemari saya untuk membuat sebuah tulisan, setelah sekian lama (2 bulan) tidak menulis lagi. Adalah keputusan yang mungkin saja tepat, untuk membantu teman saya, Safira :3 dalam kegiatan edukasi tentang bullying di salah satu SMA swasta di Jakarta, sebut saja SMA X. Berhubung memang belum ada agenda apapun ketika memutuskan hal itu.

Bersama 4 orang lainnya, kami memberikan edukasi mengenai bullying di sekolah kepada anak kelas X dalam rangka Masa Orientasi Sekolah (MOS). Sebenarnya, saya sih hanya bantu-bantu dikit hihi..Tapi ilmunya yang didapat itu luar biasa. Karena perolehan ilmu tersebut membuat saya jadi semangat untuk membuat tulisan ini.

Sepanjang saya menikmati kegiatan ini, justru saya dibuat untuk mengingat masa-masa lampau alias ketika masih SMP dan SMA. Saya malah jadi refleksi terhadap diri sendiri dan orang lain. Namun karena faktor pikun atau bisa jadi mungkin dulu saya kurang peka -_-" atau bisa jadi karena faktor kurang pengetahuan, sehingga tidak banyak kejadian bullying yang bisa saya ingat ketika sekolah masa itu. Eits, namun saya ingat sekali satu kejadian pada masa SMP, ketika saya kelas 7 (11 tahun yang lalu, lho). Bukan saya yang di bully. Tetapi, teman saya. Teman saya di labrak sama kakak kelas, karena masalah cinta. Jadi, cowo yang ditaksir kakak kelas saya mendekati teman saya. Nah, semakin kusust akhirnya terjadilah labrak-melabrak. Itu yang saya ingat. Hanya saja saya lupa bagaimana masalah tersebut dapat selesai. Satu hal, kejadian itu tidak dilaporkan kepada pihak guru.

Ternyata, beberapa tahun belakangan ini, kasus bullying sudah sampai pada media massa. Ibu guru di SMA X tadi bercerita dengan semangatnya tentang beberapa kasus bullying yang dampaknya sudah terlihat jelas. Ada seorang anak sekolah yang memiliki seorang ayah dengan pekerjaan sebagai tukang Bubur. Di sekolah, dia sering sekali di-ejek oleh teman-temannya sebagai "anak tukang bubur". Ternyata, hal itu melukai/menyinggung perasaan anak tersebut. Ending dari kasus ini adalah, terjadi bunuh diri. Dan masiiiih banyak sekali kasus bullying yang mungkin saja tidak ter-blow-up karena satu dan lain hal dari pihak korban.

Saya sudah menceritakan dua kasus bullying di sekolah. Jadi, ya begitulah penggambaran makna bullying. Secara teoritis, bullying diartikan sebagai
unwanted, aggressive behavior among school aged children that involves a real or perceived power imbalance. The behavior is repeated, or has the potential to be repeated, over time. Both kids who are bullied and who bully others may have serious lasting problems. (Stopbullying.gov)

Adapula seorang teoretikus yang mengatakan bahwa

Bullying merupakan aktivtas sadar, disengaja, dan bertujuan untuk melukai, menanamkan ketakutan melalui ancaman agresi lebih lanjut, dan menciptakan teror yang didasari oleh ketidakseimbangan kekuatan, niat untuk mencederai, teror, yang dapat terjadi jika penindasan meningkat tanpa henti (Coloroso, 2007 dalam Adilla, 2009)

Keduanya menyepakati bahwa tindakan bullying dicirikan sebagai suatu aksi yang dilakukan secara sadar dan berulang kali. Ada satu hal lagi yang saya pahami hari ini dari pembicara tadi, bahwa bullying terjadi ketika orang yang dibully merasa sakit hati. Kalau misalkan di ejek atau diledek tetapi orang yang bersangkutan merasa tidak sakit hati, itu berarti bukan bullying.

Ternyata, perilaku bullying ini ada beragam macamnya. Kalau berdasarkan teori sih ada tiga, yaitu fisik, psikologis, dan verbal. Kalau bentuk fisik, seperti menampar, menimpuk, menjegal, memalak, melempar dengan barang, dsb). Jika bentuk verbal, bentuknya adalah memaki, menghina, menjuluki, meneriaki, mempermalukan di depan umum, menyoraki, menebar gosip, memfitnah, dsb. Sedangkan psikologis, yaitu memandang sinis, mengancam, mendiamkan, mengucilkan) (Yayasan Sejiwa, 2008 dalam Adilla, 2009). Ah ya, ada satu lagi, yaitu cyberbullying, tindakan bullying yang dilakukan melalui media internet, dan teknologi informasi seperti handphone. Contohnya? Meme yang menggunakan wajah orang tanpa ijin dan hal tersebut melukai hati orang yang bersangkutan. Atau mencemooh orang lain di media sosial seperti facebook, instagram, twitter, dsb.

Saya simak materi tadi, ternyata setiap kita yang melihat, mengenal, menyaksikan, atau mengetahui perilaku bullying ini juga memiliki peran. Ada 7 jenis orang yang terlibat dalam tindakan bullying. Siapa saja mereka? Pelaku (orang yang melakukan bullying), followers (pengikut pelaku, misal anggota geng), supporters (orang yang diluar geng, tetapi ikut mendukung, menyemangati, dan menyoraki), Bystanders (orang yang sebenarnya juga ingin membully, tetapi pasif, diam saja), possible defenders (orang yang benci dengan bullying tapi tidak melakukan apapun untuk membantu korban), defenders (orang yang membantu si korban). Berarti, dulu saya termasuk ke dalam orang yang juga punya andil dalam kasus bullying. Dan, termasuk ke dalam possible defenders. Kalau kamu? *jawab sendiri*



Bagi korban, dampak yang dirasakan sangat banyak. Ada aspek psikologis, sosial, akademis, dan kesehatan. Anak dapat menjadi depresi, cemas, merasa rendah diri, antisosial, menyendiri, malas berangkat sekolah dan berakibat pada penurunan nilai akademis, dan hingga yang fatal adalah keinginan untuk bunuh diri. Atau bahkan ini bisa menjadi mata rantai untuk membentuk 'pelaku' yang baru akibat pengalamannya sebagai korban.

Apa yang dapat dilakukan korban ketika di bully? Ada tiga. Pertama, pasif. Kedua, Agresif. Ketiga, Asertif. Pasif, artinya korban diam saja ketika di bully, tidak melakukan pertahanan apapun. Agresif, artinya korban melakukan perlawanan yang negatif, dapat menimbulkan pertengakaran. Seperti api dibalas dengan api. Asertif, yaitu korban berterus terang kepada pelaku bahwa ia tidak menyukai perlakuan tersebut dengan cara yang tidak agresif. Cara terbaik? Tentu saja asertif. Yang terbaik memiliki tantangan yang lebih besar, tentu saja. Untuk asertif, seseorang dituntun untuk berani. Berani mengungkapkan pendapatnya dengan baik. Mayoritas, banyak yang melakukan dengan cara pasif (cara paling aman secara fisik). Ketiganya adalah cara yang dilakukan oleh korban itu sendiri.

Saya jadi teringat film Kungfu Kid. Pertama kali saya menonton film itu, fokus saya adalah bagaimana seorang anak (Drey) tidak putus asa bahkan ketika dia dalam keadaan terpuruk. Hari ini saya teringat kembali pada film itu dengan perspektif lain, yaitu kasus bullying. Kalau saya ingat kembali, Drey mengalami bullying di sekolah barunya. Bullying fisik dan psikologis. Dia melakukan ketiga cara menghadapi pelaku, yaitu pasif, agresif, dan asertif. Silakan disimak lagi filmnya atau silakan nonton filmnya :'D

Masalah bullying ini adalah masalah yang sangat kompleks. Sebenarnya banyak sekali orang-orang yang terlibat dalam pemecahan masalah ini, seperti keterlibatan guru, orang tua, dan teman-teman di lingkungan sekolah, dan bahkan pemerintah juga turut andil. Bahkan, komunitas-komunitas juga sudah ada yang bergerak untuk berusaha memecahkan masalah ini dengan memberikan penyuluhan atau edukasi mengenai bullying di sekolah, seperti yang dilakukan oleh Sejiwa Foundation. Contoh nyatanya adalah guru di SMA X ini. Saya sangat salut kepada beliau yang begitu concern dalam kasus ini. Sudah 4 tahun berturut-turut bekerja sama dengan Sejiwa Foundation untuk menanamkan pemahaman mengenai bullying kepada murid-muridnya. Menurut saya, ini sangat baik sekali.

Pada intinya, kasus bullying ini masih menjadi PR. Kasus ini adalah kasus klasik, sudah terjadi lamaaaa sekali dan hingga mengakar di sekolah-sekolah. Bagi korban, tindakan bullying sudah membekas dalam hidupnya. Bisa saja dia memaafkan, tetapi jika hati sudah terluka, luka itu masih memiliki bekasnya. Oleh karena itu, sebaiknya kita berhati-hati dalam berucap dan bertindak, apalagi ucapan dan tindakan yang negatif. Dan yang penting adalah setiap kita memiliki peran dalam kasus bullying. Kalau kata Andrew Youn (Founder One Acre Fund),
If we have the will, everyone of us has a role to play.

So, STOP BULLYING!

Sumber:

https://www.stopbullying.gov/what-is-bullying/definition/index.html
Adilla, Nissa. Pengaruh Kontro Sosial terhadap Perilaku Bullying Pelajar di Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Kriminologi Indonesia, I(5), 56-66.